Lingkaranberita.com, PENAJAM – Di balik deburan ombak dan hamparan pasir putih Pantai Tanjung Jumlai, geliat ekonomi kreatif lokal tampak hidup dan dinamis. Sepekan usai Idulfitri 1446 H, destinasi unggulan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini bukan hanya jadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang tumbuh bagi para pelaku usaha kecil.
Dari penyewaan banana boat dan ATV hingga penjual es kelapa muda di pinggir pantai, berbagai aktivitas ekonomi skala mikro tampak menopang kebutuhan warga sekitar. Di antara pengunjung yang bersantai menikmati suasana, ada geliat perputaran uang yang menjadi nafas ekonomi warga pesisir.
“Kalau musim Lebaran seperti ini, penghasilan saya bisa naik dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa,” kata Dila, pemilik warung kelapa muda yang sudah 5 tahun berjualan di kawasan pantai.
Tak hanya warga sekitar, pelancong dari berbagai kecamatan seperti Waru dan Babulu juga meramaikan kawasan tersebut, bahkan ada yang datang dari luar kabupaten. Ini memperlihatkan bagaimana Tanjung Jumlai berfungsi sebagai pemicu arus ekonomi antardaerah.
Pantai yang membentang sepanjang 15 kilometer ini telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti musala, toilet umum, area parkir, serta sejumlah spot hiburan dan kuliner. Namun, daya tarik terbesarnya tetap terletak pada aksesibilitas dan karakter alamnya yang khas—pasir kwarsa kasar dan air laut yang jernih.
Melihat potensi tersebut, banyak pihak berharap agar pemerintah daerah dapat terus mengembangkan kawasan ini sebagai simpul ekonomi wisata berbasis kerakyatan.
“Ini bukan hanya soal wisata, tapi ruang usaha bagi banyak keluarga. Harapannya pembenahan terus dilakukan, terutama dalam pengelolaan sampah dan infrastruktur penunjang lainnya,” ujar Jazlan, salah satu pengunjung yang rutin datang setiap Lebaran.
Dengan pertumbuhan kunjungan yang konsisten tiap tahun, Pantai Tanjung Jumlai bukan hanya menyuguhkan keindahan, tetapi juga memberi harapan—bahwa pariwisata rakyat bisa menjadi tulang punggung ekonomi lokal.(adv/kominfoppu)