Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya terhadap tata kelola pembangunan yang terbuka dan partisipatif melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik dan Musrenbang sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Acara ini menjadi tonggak awal dalam penyusunan dokumen strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.
Digelar di Aula Pemkab PPU pada Kamis (27/3/2025), forum ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat—dari DPRD, tokoh adat, organisasi kepemudaan, hingga LSM—sebagai bentuk nyata pelibatan publik dalam proses pengambilan keputusan pembangunan.
Membangun Bersama, Bukan Dari Atas ke Bawah
Bupati Mudyat Noor dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan bukanlah proses satu arah dari pemerintah kepada rakyat, melainkan hasil kolaborasi aktif berbagai pihak. “Kita ingin pembangunan yang tumbuh dari bawah, dari kebutuhan nyata masyarakat. Itulah sebabnya konsultasi ini penting,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati mengajak semua elemen untuk bersama-sama mengawal jalannya perencanaan agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh problem dan potensi lokal.
Tata Kelola Responsif dalam Bayang-Bayang IKN
Di tengah dinamika besar akibat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU dituntut adaptif dan strategis. Oleh karena itu, menurut Bupati, RPJMD dan RKPD ke depan harus mampu merespons perkembangan regional dengan cerdas—mengoptimalkan anggaran terbatas, memetakan peran pusat dan daerah, serta menjalin sinergi lintas sektor.
“Tidak mungkin kita jalan sendiri. Dalam keterbatasan, justru muncul peluang untuk menciptakan inovasi dan efisiensi,” ujarnya.
Dari Forum ke Aksi Nyata
Forum ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar formalitas. Masukan dari warga dan organisasi sipil akan menjadi bagian penting dalam finalisasi dokumen pembangunan, dengan prinsip bahwa hasil akhirnya adalah kesejahteraan seluruh masyarakat PPU.
“Pembangunan bukan hanya tentang proyek fisik, tetapi tentang hadirnya keadilan sosial dan akses yang setara untuk semua,” tegas Bupati.(adv/kominfoppu)