Penajam – Lingkaranberita.com — Bukan sekadar seleksi pasukan pengibar bendera, proses penjaringan calon Paskibraka di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi simbol pencarian wajah baru generasi muda yang siap menjadi teladan nasionalisme dan semangat kebangsaan.
Diikuti oleh 100 peserta terpilih dari ratusan pendaftar, proses seleksi yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU ini bukan hanya menguji fisik dan mental, tapi juga menanamkan nilai cinta tanah air lewat berbagai tahapan yang ketat—mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Intelegensi Umum (TIU), hingga tes kepribadian dan postur tubuh.
Kepala Kesbangpol PPU, Agus Dahlan, menyebutkan bahwa antusiasme pendaftar menunjukkan meningkatnya semangat kebangsaan di kalangan remaja. “Ini bukan hanya soal siapa yang akan mengibarkan bendera, tapi siapa yang siap menjadi contoh pemuda yang mencintai bangsanya,” ujarnya.
Dari lebih 250 pelajar yang mendaftar, hanya 103 yang lolos verifikasi administrasi. Tiga peserta mengundurkan diri karena alasan kesehatan, menyisakan 100 calon yang bertarung di tahapan awal.
Tantangan pun muncul, terutama dari kuota peserta putri yang minim akibat syarat tinggi badan. Meski begitu, Kesbangpol berhasil mengajukan dispensasi ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menyesuaikan ambang batas. “Kami tidak ingin potensi hebat tersisih hanya karena beda tiga sentimeter,” kata Agus.
Tak hanya itu, seleksi juga menggandeng tim dari puskesmas, TNI, dan Polri guna menjamin objektivitas dan integritas proses. Semua tahapan disusun untuk memastikan bahwa yang terpilih adalah mereka yang tidak hanya tangguh secara fisik, tapi juga matang secara nilai.
Dengan komposisi penilaian yang lebih holistik, seleksi Paskibraka di PPU diharapkan melahirkan duta pemuda yang tak hanya mampu berdiri tegap di hadapan sang saka, tetapi juga berperan sebagai penggerak nilai-nilai Pancasila di lingkungannya.(adv/kominfoppu)