Penajam – Lingkaranberita.com — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memanfaatkan momentum Safari Ramadan 1446 H tidak hanya sebagai agenda silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi sosial dan komunikasi pembangunan di tengah transformasi wilayah yang kini menjadi bagian dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Al Muhajirin, Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Bupati PPU Mudyat Noor bersama Wakil Bupati Abdul Waris Muin dan jajaran pejabat daerah turun langsung menyapa masyarakat dan berdialog dalam suasana religius.
“Kecamatan Sepaku memiliki peran strategis di tengah perubahan besar yang terjadi akibat pembangunan IKN. Safari Ramadan ini menjadi kesempatan kami memperkuat ikatan dengan warga dan memastikan aspirasi mereka tetap didengar di tengah dinamika pembangunan nasional,” ujar Mudyat Noor.
Jaga Identitas Lokal di Tengah Perubahan
Selain mempererat hubungan emosional antara pemimpin daerah dan warganya, Safari Ramadan juga dimanfaatkan sebagai panggung untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terpinggirkan dalam proses pembangunan IKN. Bupati menekankan pentingnya mempertahankan identitas sosial-budaya lokal sekaligus mendorong peningkatan kapasitas warga.
“Kami ingin masyarakat Sepaku tidak hanya menjadi penonton, tapi pelaku aktif dalam proses pembangunan IKN. Maka peningkatan SDM dan jaminan keberlanjutan sosial menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Distribusi Bantuan dan Seruan Kuat untuk Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako, santunan anak yatim, dan zakat dari Baznas PPU sebagai bentuk konkret hadirnya negara di tengah masyarakat. Kegiatan itu sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan komunitas sosial.
Sementara dalam tausiah yang disampaikan Ustadz Mubarok, masyarakat diajak menjadikan Ramadan sebagai momen introspeksi diri dan peningkatan solidaritas. Ia menekankan bahwa mendukung kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat adalah bagian dari ibadah sosial.
“Ramadan mengajarkan kita untuk berempati dan bersatu. Maka dukungan kita terhadap pemerintah, ketika niatnya untuk kebaikan umat, juga bernilai ibadah,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan yang dibangun dalam Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten PPU berharap masyarakat dapat menghadapi tantangan pembangunan IKN dengan kesiapan yang matang, serta tetap menjaga jati diri sebagai bagian penting dari perubahan nasional yang tengah berlangsung.(adv/kominfoppu)