Penajam, Lingkaranberita.com – Kecamatan Babulu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi sorotan dalam upaya nasional mengejar target swasembada pangan, menyusul penurunan signifikan produksi padi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur awal tahun ini. Dalam pertemuan strategis yang digelar di Kantor Bupati PPU, pemerintah pusat dan daerah membahas langkah percepatan peningkatan luas tanam padi dan efisiensi pertanian.
Turunnya angka produksi padi hingga 60% pada Januari 2025 di beberapa kabupaten/kota mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) menggalang sinergi lintas sektor, termasuk dengan Pemkab PPU. Direktur Optimalisasi Lahan Pertanian Kementan, Inti Pertiwi Nashwari, secara langsung menyerahkan surat arahan percepatan perluasan tanam kepada Bupati PPU, Mudyat Noor.
“Babulu menjadi titik kunci. Dengan potensi lahan yang luas dan subur, wilayah ini diharapkan mampu menjadi pusat pemulihan produktivitas padi di Kaltim,” ujar Inti.
Bupati Mudyat Noor menyatakan kesiapan Pemkab PPU dalam mendukung arahan pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa optimalisasi pertanian tak bisa lepas dari perbaikan infrastruktur, pendataan lahan, dan pendampingan petani.
“Produktivitas tidak akan meningkat tanpa sistem pendukung yang memadai. Kita butuh irigasi, akses jalan tani, serta pemetaan komoditas unggulan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, termasuk TNI, Dinas Pertanian, dan Dinas Pekerjaan Umum. Ia menggarisbawahi bahwa target swasembada pangan hanya bisa tercapai jika semua pihak bekerja dalam satu visi dan strategi lapangan yang konkret.
Pertemuan tersebut juga membahas strategi edukasi kepada petani, sebagai kunci percepatan implementasi kebijakan di lapangan. “Sosialisasi harus masif dan tepat sasaran. Petani perlu memahami kenapa percepatan tanam ini mendesak,” tambah Mudyat.
Dengan kondisi pertanian yang kian menantang dan target nasional yang ketat, Babulu kini bukan hanya lumbung pangan PPU, tapi juga ujung tombak pemulihan pertanian Kaltim.(adv/kominfoppu)