Lingkaranberita.com, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Namun, impian tersebut masih terganjal oleh kenyataan pahit: akses jalan pertanian yang rusak dan belum tersentuh pembangunan. Hal itu disoroti langsung oleh Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin, dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-23 kabupaten tersebut.
“Bayangkan, hasil panen sudah ada, tapi jalan rusak membuat petani kesulitan menjualnya. Ini soal perut rakyat, bukan sekadar infrastruktur,” tegas Syahrudin, Selasa (18/3/2025).
Menurutnya, banyak jalan produksi di kawasan pertanian yang masih berupa tanah dan sulit dilalui saat musim hujan. Akibatnya, petani tidak bisa memaksimalkan hasil panen karena kesulitan distribusi, yang pada akhirnya menurunkan daya saing harga di pasar.
Jalan Rusak, Harga Jatuh
“Kami ingin pemerintah memprioritaskan pembangunan jalan tani. Kalau akses lancar, harga jual bisa naik, distribusi ke pasar lebih cepat, dan itu langsung berdampak ke kesejahteraan petani,” jelasnya.
Syahrudin juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Regulator Telake, proyek strategis yang digadang-gadang mampu menghidupkan kembali ribuan hektare lahan tidur dan memperkuat ketahanan pangan, tidak hanya untuk Kalimantan Timur, tetapi juga skala nasional.
PPU Bukan Lagi Daerah Pinggiran
Ia menekankan, PPU bukan lagi wilayah penyangga yang bisa diabaikan. Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), daerah ini harus siap memantapkan diri sebagai pusat produksi pangan masa depan.
“PPU punya lahan, punya petani, punya potensi. Tinggal infrastrukturnya yang harus dikebut. Kalau jalan tani masih rusak, bagaimana kita bisa menyuplai kebutuhan pangan untuk wilayah yang lebih luas?” tegasnya.
Sinergi Daerah dan Pusat Jadi Kunci
Syahrudin mengajak semua pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk serius melihat potensi PPU dalam peta besar ketahanan pangan nasional. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pusat dan daerah agar pembangunan berjalan seimbang dan tepat sasaran.
“PPU siap ambil peran strategis. Tapi tanpa dukungan infrastruktur dan perhatian dari pusat, potensi ini hanya akan jadi mimpi,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat dan kolaborasi yang kuat, PPU diharapkan bisa bertransformasi dari wilayah pertanian tradisional menjadi motor penggerak ekonomi pangan yang kuat dan berkelanjutan.(adv/DPRD PPU)