Penajam Paser Utara, 15 Maret 2025 – Ramadhan Fest 2025, yang digelar untuk memperingati ulang tahun ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berlangsung meriah dengan diikuti oleh 260 stan yang menampilkan berbagai produk dari kategori kuliner, pakaian, dan UMKM lokal. Acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga platform untuk mempromosikan produk lokal dan memberdayakan masyarakat setempat.
Salah satu stan yang mencuri perhatian pengunjung adalah stan dari UMKM Kelurahan Waru, yang memamerkan berbagai inovasi olahan jamur tiram. Dikelola oleh Kelompok Wanita Tani, stan ini menghadirkan produk-produk kreatif seperti stik jamur, jamur Krispy, dan kebab jamur, yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung festival.
Inovasi Olahan Jamur Tiram
Nisem dan Astuti, perwakilan dari Kelurahan Waru, menjelaskan bahwa mereka menanam jamur tiram menggunakan media serbuk kayu, bekatul, dan kapur, yang menciptakan lingkungan ideal untuk pertumbuhannya. Proses penanaman jamur tiram ini memerlukan perawatan ekstra, seperti penyiraman dua hingga tiga kali sehari, terutama saat cuaca panas untuk menjaga kelembaban yang optimal.
“Media tanam kami terdiri dari serbuk kayu, bekatul, dan kapur. Kami juga menjaga kelembaban dengan menyiram jamur dua hingga tiga kali sehari, khususnya ketika cuaca panas,” ungkap Nisem.
Harga dan Potensi Pasar Jamur Tiram
Stan UMKM Kelurahan Waru menawarkan jamur tiram segar dengan harga Rp 50.000 per kilogram. Bagi pembeli yang membeli langsung dari pohon, mereka bisa mendapatkan harga lebih murah, yaitu Rp 40.000 per kilogram. Selain itu, berbagai produk olahan jamur tiram juga tersedia dengan harga yang terjangkau, seperti jamur Krispy yang dijual seharga Rp 20.000 per kemasan (100 gram) dan stik jamur dengan harga Rp 15.000 per kemasan (100 gram).
Mendorong Pengembangan UMKM Lokal
Selain menarik perhatian dengan inovasi berbasis pertanian, stan Kelurahan Waru juga menggambarkan potensi besar UMKM lokal dalam mengembangkan produk berkualitas. Festival seperti Ramadhan Fest memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas mereka, meningkatkan ekonomi lokal, dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.
Dengan kesuksesan festival ini, diharapkan para pelaku UMKM, khususnya di sektor pertanian, dapat terus berkembang dan menginspirasi masyarakat untuk berinovasi dalam menciptakan produk-produk unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian daerah.(adv/kominfoppu)