Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menunjukkan komitmennya terhadap isu kemanusiaan dengan merancang pembangunan rumah singgah bagi warga yang menghadapi tantangan sosial. Fasilitas ini akan menjadi tempat perlindungan sementara sekaligus pusat pemulihan bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Dibekali anggaran sebesar Rp600 juta dalam APBD 2025, proyek ini kini menanti lampu hijau dari DPRD sebelum memasuki tahap lelang. Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin, menegaskan bahwa rumah singgah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian dan tanggung jawab sosial daerah terhadap warganya. “Kami ingin menciptakan ruang yang aman, bermartabat, dan mendukung pemulihan mereka yang terpinggirkan,” ucapnya, 12 Maret 2025.
Rumah singgah direncanakan berdiri di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, tak jauh dari Lapas setempat. Bangunan seluas 9×7 meter ini akan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tempat tidur, lemari, ruang kunjungan, dan ruang pendampingan, serta difungsikan untuk intervensi sosial yang lebih berkelanjutan.
Lebih dari sekadar infrastruktur, langkah ini merupakan bagian dari strategi sosial yang lebih luas dalam menghadapi dampak urbanisasi dan pergeseran sosial akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keberadaan rumah singgah diharapkan dapat menjadi jembatan pemulihan dan reintegrasi sosial bagi kelompok marginal, memperkuat jaring pengaman sosial di wilayah strategis tersebut.
Dengan membangun ruang aman bagi yang terpinggirkan, Kabupaten PPU berupaya menjadikan pembangunan tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keadilan dan kemanusiaan.(adv/kominfoppu)