Penajam – Lingkaranberita.com
Dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memanfaatkan momen buka puasa bersama sebagai ajang konsolidasi dan refleksi terhadap pelayanan publik. Kegiatan yang berlangsung di rumah jabatan Bupati ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat struktural, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.
Salah satu sorotan utama dalam forum informal ini datang dari Ketua DPRD PPU, Raup Mu’in, yang menyinggung rencana rapat kerja (Raker) legislatif untuk membahas strategi penanganan isu-isu krusial daerah. Ia secara khusus menyoroti krisis pasokan dan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram yang menjadi beban berat bagi masyarakat.
“Kami melihat kelangkaan elpiji bukan lagi isu biasa. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, dan akan kami jadikan topik prioritas dalam rapat kerja mendatang,” tegas Raup.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang memerlukan penyesuaian di tingkat daerah. Namun, menurutnya, efisiensi tersebut tidak akan memengaruhi alokasi anggaran untuk kebutuhan esensial masyarakat. DPRD berkomitmen agar belanja rutin tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengorbankan pelayanan publik.
Raup menambahkan bahwa Raker yang akan datang juga akan menghadirkan kepala daerah untuk memaparkan arah pembangunan, visi-misi, serta skala prioritas program kerja. Dengan adanya pembatasan anggaran, ia menilai penting untuk menyelaraskan visi pemerintah daerah dengan realitas fiskal saat ini.
“Fokus kita adalah program yang memberikan manfaat langsung. Jangan sampai efisiensi mengorbankan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Di akhir acara, ia menyampaikan harapan agar bulan Ramadan dapat menjadi waktu yang penuh berkah dan membawa ketenangan bagi seluruh warga Penajam Paser Utara. (Adv/dprdpenajam)