Lingkaranberita.com, PENAJAM – Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Arwana yang terletak di Desa Sebakung, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah sukses menjadi pilot project dalam program budidaya ikan dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Keberhasilan ini menginspirasi banyak warga untuk memanfaatkan lahan terbatas menjadi sumber pendapatan melalui perikanan budi daya.
Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten PPU, Musakkar, menjelaskan bahwa Pokdakan Arwana telah lama menjadi contoh sukses bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya ikan di lahan pekarangan rumah.
“Pokdakan Arwana di Desa Sebakung telah lama menjadi percontohan bagi masyarakat yang tertarik untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka. Kami mengundang siapa saja yang ingin belajar atau mengembangkan program serupa untuk mengunjungi rumah anggota Pokdakan di sini,” ujar Musakkar, mewakili Kepala Diskan PPU, Rozihan Azward.
Ia menambahkan, Pokdakan Arwana siap menerima kunjungan dari siapa saja yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai teknik budidaya ikan, termasuk warga dari Kota Balikpapan atau daerah lain. Lokasinya yang hanya sekitar satu jam perjalanan dari Pelabuhan Feri Penajam membuatnya mudah dijangkau.
Salah satu contoh sukses dari program ini adalah rumah milik salah satu anggota Pokdakan, Pak Bejah, yang telah berhasil mengembangkan pekarangan rumahnya menjadi area budidaya ikan air tawar yang produktif. Pekarangan rumah Pak Bejah kini dipenuhi dengan kolam ikan yang dikelilingi tanaman pangan, menciptakan suasana yang asri dan bermanfaat.
“Pekarangan Pak Bejah ini tidak hanya untuk budidaya ikan, tapi juga untuk tanaman pangan. Beliau mengajarkan anak-anaknya bagaimana memanfaatkan lahan sempit untuk menghasilkan keuntungan dengan cara yang sederhana,” jelas Musakkar.
Menurut Musakkar, kesuksesan Pak Bejah dalam mengelola pekarangan rumah sebagai lahan budi daya ikan telah menginspirasi banyak warga di sekitar Desa Sebakung untuk mengembangkan usaha serupa. Ia menegaskan bahwa meskipun lahan yang tersedia terbatas, dengan penyesuaian yang tepat, program budidaya ikan ini tetap bisa dilakukan.
“Pekarangan sempit bukanlah halangan. Dengan penyesuaian dan teknik yang tepat, setiap rumah bisa menjadi lokasi budidaya ikan yang produktif,” pungkasnya. (adv/kominfoppu)