Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk aktif mendaftarkan diri dalam program penilaian Adiwiyata, dengan harapan dapat meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup. DLH PPU menargetkan lebih banyak Sekolah Dasar (SD) di Benuo Taka meraih penghargaan Adiwiyata pada tahun 2025, baik dengan predikat Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri.
Kepala DLH PPU, Safwana, menyampaikan bahwa pada tahun 2024, tiga sekolah di Kabupaten PPU berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, dan sebelumnya, satu sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri. “Kami berharap tahun 2025 nanti akan lebih banyak sekolah yang mendapat penghargaan ini, dengan terus memberikan dukungan kepada sekolah melalui edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya, dalam podcast bersama Kapefm, baru-baru ini.
Perbedaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri
Safwana juga menjelaskan perbedaan antara penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri. Sekolah yang meraih Adiwiyata Nasional, seperti SD Negeri 009, harus memiliki tanggung jawab lebih, yakni memberikan edukasi tentang konsep lingkungan hidup berkelanjutan kepada sekolah-sekolah lain di sekitarnya. “Misalnya, SD Negeri 009 yang sudah menerima penghargaan Adiwiyata Nasional, sekolah tersebut harus bisa mengedukasi minimal tiga sekolah lain mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, untuk penghargaan Adiwiyata Mandiri, sekolah harus menunjukkan inovasi nyata dalam pengelolaan lingkungan. Inovasi tersebut kemudian dipamerkan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta. “Inovasi yang dihasilkan bisa berupa produk-produk yang bermanfaat, seperti pengelolaan sampah plastik yang diubah menjadi barang berguna, atau melestarikan tanaman-tanaman yang memiliki manfaat bagi masyarakat,” jelas Safwana.
Meningkatkan Kepedulian Lingkungan di Sekolah
Menurut Safwana, tujuan utama dari program Adiwiyata adalah untuk meningkatkan kepedulian dan pengetahuan tentang lingkungan hidup di kalangan siswa dan tenaga pendidik. Penghargaan ini tidak hanya menilai pengelolaan sampah dan penghijauan, tetapi juga inovasi dan kreativitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
“Penghargaan Adiwiyata bukan hanya sekadar predikat, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong sekolah-sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan DLH PPU, diharapkan pada tahun 2025, lebih banyak sekolah di Kabupaten PPU yang dapat mengikuti jejak sekolah-sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, dan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.(adv/kominfoppu)