Lingkaranberita.com, PENAJAM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Safwana, mengimbau semua sekolah di daerahnya untuk berpartisipasi dalam program penilaian Sekolah Adiwiyata. Menurutnya, partisipasi ini memerlukan persiapan yang matang, salah satunya dengan menyiapkan tenaga administrasi khusus untuk mengelola berbagai persyaratan yang dibutuhkan.
“Setiap sekolah yang berminat mengikuti program Sekolah Adiwiyata harus memiliki admin yang bertugas mengisi format-format yang diperlukan. Ini mungkin menjadi kendala bagi beberapa sekolah, karena tugas administrasi tersebut bisa mengganggu kegiatan lain,” ujar Safwana dalam podcast bersama Kapefm, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa meskipun beberapa sekolah selama ini mengandalkan satu guru untuk menjalankan tugas administrasi tersebut, banyak sekolah yang belum mengusulkan diri untuk ikut serta dalam penilaian Adiwiyata. Hal ini disebabkan beban tugas yang sudah cukup banyak bagi guru-guru di sekolah.
Tahapan pengusulan Sekolah Adiwiyata dimulai dengan pengajuan dari pihak sekolah, setelah itu DLH PPU akan turun memberikan edukasi dan sosialisasi terkait syarat dan ketentuan yang perlu dipenuhi. “Setelah pendaftaran, sekolah harus siap dengan sarana, prasarana, dan fasilitas yang mendukung, termasuk tenaga admin untuk input data ke dalam sistem,” jelas Safwana.
Proses penilaian Sekolah Adiwiyata, lanjutnya, dilakukan melalui aplikasi yang harus diisi oleh pihak sekolah, dan penilaiannya mirip dengan sistem penilaian Adipura. Safwana berharap, seluruh sekolah di Kabupaten PPU dapat mengikuti program ini di masa depan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya komitmen semua elemen sekolah terhadap konsep lingkungan hidup yang berkelanjutan. “Sekolah-sekolah yang terpilih sebagai Adiwiyata nantinya juga akan kami ikutkan dalam lomba Duta Lingkungan yang baru pertama kali dilaksanakan tahun ini,” tambahnya.
Melalui partisipasi aktif semua sekolah, Safwana berharap program Sekolah Adiwiyata dapat meningkatkan kesadaran dan aksi lingkungan hidup yang lebih baik di Kabupaten PPU. (adv/kominfoppu)