Lingkaranberita.com, PENAJAM – Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) pada Kamis (25/9/2024), menuntut transparansi dalam program beasiswa 1000 sarjana yang dinilai belum mampu mengakomodasi semua calon penerima yang layak. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk memberikan kejelasan terkait proses seleksi dan penyaluran beasiswa tersebut.
Aksi damai ini menarik perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU. Salah satu anggota DPRD, Sujiati, mengungkapkan bahwa ia belum dapat memberikan tanggapan yang mendalam karena keterbatasan data yang diterima terkait perkembangan program ini.
“Saat ini, saya belum bisa berkomentar banyak karena datanya belum lengkap. Namun, setelah laporan komprehensif diterima, saya akan memberikan tanggapan lebih jelas,” ujar Sujiati pada Kamis (3/10/2024).
Sujiati, satu-satunya anggota perempuan di DPRD PPU, mengakui bahwa program beasiswa ini mengalami kendala dalam beberapa bulan terakhir. Meski begitu, ia memastikan masalah ini tidak diabaikan dan pihaknya tengah mencari solusi. Menurutnya, lambannya pelaksanaan program ini salah satunya disebabkan keterbatasan data dan informasi yang masuk.
Sebagai respons atas tuntutan mahasiswa dan keluhan masyarakat, Sujiati berkomitmen untuk segera mengadakan pertemuan dengan dinas terkait. Ia berencana memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab atas program beasiswa ini guna membahas kendala yang ada dan mencari jalan keluar secepatnya.
“Kami akan segera mengadakan rapat dengan SKPD terkait untuk membahas hal ini. Masukan dari mahasiswa akan menjadi salah satu bahan pertimbangan kami,” jelasnya.
Sujiati menutup pernyataannya dengan mengapresiasi partisipasi para mahasiswa yang memberikan masukan konstruktif. Ia menegaskan bahwa aspirasi dari masyarakat akan dijadikan dasar dalam memperbaiki pelaksanaan program beasiswa, sehingga bisa lebih transparan dan bermanfaat bagi seluruh penerima yang berhak.(adv/dprdpenajam)