• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

UPTD PPA PPU Dorong Kehadiran Psikolog Klinis untuk Penanganan Korban Kekerasan Anak

12/09/2024
in PENAJAM
0

Kepala UPTD PPA dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Hidayah.(ist)

545
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, PENAJAM – Penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih mengalami tantangan signifikan, terutama dalam hal ketersediaan psikolog klinis. Saat ini, PPU belum memiliki psikolog klinis, sehingga korban kekerasan terpaksa dirujuk ke Balikpapan untuk mendapatkan layanan yang diperlukan.

Related Posts

Tunda Salur DBH PPU Rp300 Miliar Lebih Masih Menggantung, Mudyat Noor Sentil Kemenkeu

Laju Cepat BPBD PPU Padamkan Karhutla, Bupati Sentil Aturan Gambut dan Batas Kewenangan Pusat

Petani PPU Bersiap Genjot Panen Padi Tiga Kali Semusim

Anggaran TPP Rp 66 M Aman di APBD-P 2026, Cair Bertahap Mulai Oktober

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Hidayah, mengungkapkan bahwa tidak adanya psikolog klinis di daerahnya menjadi hambatan utama dalam pendampingan dan pemulihan trauma bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

“Ketika kami menemukan korban kekerasan yang memerlukan pemeriksaan psikolog klinis, kami harus merujuk mereka ke Balikpapan,” kata Hidayah baru-baru ini.

Ia menambahkan bahwa psikolog klinis berperan krusial dalam mendiagnosis kondisi psikologis anak, terutama dalam mengatasi trauma mendalam. Ketidaktersediaan tenaga ahli di PPU memaksa korban untuk menempuh perjalanan jauh dan menghadapi antrean di Balikpapan.

“Jika kita memiliki psikolog klinis di sini, proses pendampingan akan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU, Hidayah berpendapat bahwa infrastruktur, termasuk layanan psikologis, harus berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap pemerintah dapat segera mewujudkan kehadiran psikolog klinis di PPU, sehingga pelayanan bagi korban kekerasan dapat lebih optimal dan tidak lagi harus dirujuk ke daerah lain.

“Apalagi dengan adanya IKN, harapan kami adalah PPU dapat memiliki layanan yang memadai dan mendukung pengembangan daerah, terutama dalam hal layanan psikologis,” tutupnya.(adv/Kominfoppu)

SendShare33
Next Post

Pasti, 4.303 TK2D Jadi PPPK ! Komitmen Bupati Kutim Akhiri Era Honorer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.