Lingkaranberita.com, Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Rupabumi dan Penanganan Konflik Sengketa Lahan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Acara yang digelar di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, pada Rabu (11/9/2024), diikuti 38 peserta dari berbagai perangkat desa di Sepaku. Kegiatan berlangsung hingga 13 September 2024 dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis terkait pengelolaan data geospasial.
Dalam sambutannya, Makmur Marbun menekankan pentingnya peran perangkat desa dan kelurahan dalam pengelolaan lahan untuk menghindari sengketa. Ia mengingatkan bahwa perangkat desa harus cermat dalam penetapan batas wilayah agar tidak memunculkan interpretasi ganda yang berpotensi memicu konflik lahan.
“Teknologi informasi yang berkembang pesat dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan data geospasial yang lebih baik. Dengan mengikuti Bimtek ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam penggunaan teknologi geospasial, sehingga potensi daerah bisa dioptimalkan dan pelayanan publik semakin berkualitas,” ujar Makmur.
Ia juga menyoroti peran strategis perangkat desa dalam memanfaatkan anggaran desa untuk kesejahteraan masyarakat, mengingat besarnya dana yang dialokasikan. Makmur berharap anggaran desa dikelola secara maksimal, sejalan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang tengah berlangsung.
Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, menambahkan bahwa Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, yang bertujuan melindungi kedaulatan dan keamanan NKRI, serta melestarikan nilai budaya dan adat istiadat. “Selain itu, kegiatan ini juga penting dalam menangani konflik sengketa lahan yang kerap terjadi,” kata Gamaliel.
Dengan pelatihan ini, diharapkan aparat desa dapat lebih sigap dalam mengelola data pertanahan dan mencegah konflik di masa mendatang.(adv/Kominfoppu)