Lingkaranberita.com, Penajam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengintensifkan program penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove.
Kepala DLH PPU, Safawana, menyatakan bahwa penanaman mangrove melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok masyarakat dan sektor swasta. “Program ini lebih dari sekadar aksi menanam pohon, kami juga berupaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir,” ujar Safawana, Senin (02/09/2024).
Ribuan bibit mangrove telah ditanam di beberapa titik strategis di PPU, namun program ini menghadapi tantangan berat di lapangan. “Abrasi pantai, gelombang besar, dan kondisi pasir yang tidak stabil menjadi kendala utama bagi pertumbuhan mangrove,” ungkapnya.
Untuk mengatasi masalah ini, DLH PPU secara rutin mengevaluasi keberhasilan program dan mencari solusi inovatif, seperti memilih lokasi penanaman yang lebih tepat dan menggunakan jenis mangrove yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem. DLH juga memperbaiki teknik penanaman agar lebih efektif.
Yang menarik, DLH PPU turut melibatkan generasi muda melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah, mengajak siswa-siswi berpartisipasi dalam penanaman mangrove. “Kami berharap edukasi sejak dini akan meningkatkan kesadaran lingkungan generasi muda,” tambah Safawana.
Meski tantangan cukup berat, DLH PPU tetap optimistis dengan dukungan dari berbagai pihak. “Kolaborasi ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem mangrove dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau bagi masa depan,” tutupnya.
Program penanaman mangrove ini menjadi bukti nyata komitmen DLH PPU terhadap pelestarian lingkungan, meski menghadapi berbagai kendala alam di lapangan.(adv/kominfoppu)