lingkaranberita.com, Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyelenggarakan seminar bertema pelestarian kebudayaan lokal di Aula Kantor Bupati PPU, Kamis lalu. Kegiatan ini menyoroti peran penting generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah yang kian terancam punah.
Dalam seminar tersebut, Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya melestarikan warisan budaya. Menurutnya, tanpa partisipasi mereka, proses pelestarian akan sulit mencapai hasil yang diharapkan.
“Generasi muda memegang peran kunci dalam menjaga kearifan lokal. Mereka harus terlibat aktif dalam memahami dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur kita,” ujar Andi.
Disbudpar PPU, lanjutnya, menjadikan revitalisasi budaya lokal yang hampir terlupakan sebagai prioritas utama. Langkah ini mencakup pendataan dan pengumpulan informasi mengenai objek-objek budaya yang nyaris punah, agar dapat didokumentasikan dan dilestarikan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kami fokus mengidentifikasi dan mengumpulkan kembali budaya yang hampir musnah. Ini adalah upaya penting agar generasi muda tidak kehilangan akses terhadap pengetahuan budaya yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat kita,” tambahnya.
Seminar ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, komunitas budaya, dan organisasi pemuda. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian budaya, dengan kaum muda sebagai aktor utama.
“Kami berharap kolaborasi ini, terutama dengan peran aktif generasi muda, mampu mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan lokal di masa depan,” tutup Andi.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan generasi muda, yang semuanya diharapkan dapat berkontribusi dalam program pelestarian dan revitalisasi budaya Kabupaten Penajam Paser Utara.(adv/kominfoppu)