Lingkaranberita.com, MALANG – Suasana syi’ar Islam memukau terpancar di Korea Selatan dengan kedatangan rombongan Da’i Muda dalam safari Ramadan 1445 H/2024. Kelompok ini, yang terdiri dari lima belas pemuda dari berbagai institusi di Indonesia, membawa semangat dakwah yang memukau di bawah naungan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Korea Selatan.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Unisma Malang menjadi pusat sorotan dengan mengirimkan satu perwakilan dalam rombongan ini, menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi lintas negara. Semboyan Unisma dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia menjadi landasan bagi misi mereka dalam memperluas jangkauan internasional.
Kehadiran mereka di Korea Selatan bukan sekadar kunjungan biasa. Melalui kerjasama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahlatul Ulama di Korea Selatan (MWCI NU), mereka terlibat dalam reaktifisasi masjid-masjid NU selama bulan suci Ramadan. Program ini mencakup pengajian, serta pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.
Ketika tiba di Korea Selatan, para da’i Indonesia disambut hangat oleh pengurus MWCI NU Korea Selatan di Bandara Internasional Incheon. Dari sana, mereka langsung menuju kantor MWCI NU Kota Daejeon, sebagai pusat kegiatan baru mereka di tengah-tengah Korea.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Salah satu poin penting dari kunjungan ini adalah penempatan da’i Unisma di Masjid Al-Ishlah, di daerah Pyongdong Gwangju, yang merupakan satu-satunya masjid di wilayah tersebut. Dengan prinsip tawasut, tawasut, i’tidal dan tasamuh, para pengurus masjid mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, memastikan bahwa dakwah mereka diterima dengan baik oleh masyarakat yang pluralis.
Pentingnya pemahaman terhadap budaya dan tradisi Korea Selatan disoroti oleh Ustaz Moh. Badrih, yang menjelaskan bahwa hal ini penting dalam merancang strategi dakwah yang efektif. Sementara itu, kerja sama yang erat antara penegak hukum Korea Selatan dan komunitas muslim lokal menjadi sorotan dalam pembicaraan dengan masyarakat setempat.
Meskipun jumlah Muslim di Korea Selatan relatif kecil, kerjasama dengan komunitas lokal menjadi kunci dalam menyebarkan pesan dakwah dan memperluas jaringan. Dengan pendekatan yang tepat, nilai-nilai Islam dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat Korea Selatan yang beragam. (*)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id