Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Ketua-ketua RT di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi tantangan serius dalam mengejar peningkatan dana untuk Program Pembangunan Berbasis RT. Permintaan mereka yang mendesak, mengusulkan peningkatan dari bantuan semula sebesar Rp 50 juta per-RT menjadi Rp 100 juta, menarik perhatian Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Dalam kunjungan kerja yang bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi bantuan tahun 2023 sebesar Rp 50 juta per-RT, ketua-ketua RT tersebut secara tegas menyuarakan kebutuhan akan dana yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa alasan di balik permintaan tersebut adalah karena manfaat program pembangunan yang dijalankan secara berbasis rukun tetangga dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Bupati Kukar telah memberikan respon positif dengan melakukan kajian dan analisis terhadap permintaan kenaikan dana menjadi Rp100 juta. Jika kajian tersebut menunjukkan kebutuhan yang benar-benar diperlukan, mengapa tidak?” ujarnya dengan mantap pada Selasa (19/3/2024).
Arianto menegaskan bahwa DPMD Kukar akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap usulan tersebut, termasuk analisis dampak dan manfaat yang mungkin timbul.
Jika kenaikan anggaran tersebut terbukti dapat membantu percepatan penyelesaian masalah di tingkat RT, maka langkah-langkah akan diambil untuk memastikan bahwa anggaran daerah mencukupi.
Program pembangunan berbasis rukun tetangga meliputi sejumlah kegiatan, mulai dari gotong royong hingga pembangunan dan perbaikan sarana prasarana skala kecil di lingkungan RT. Menurut Arianto, pembangunan skala kecil ini bertujuan untuk menangani masalah yang mendesak seperti lubang jalan, jembatan rusak, dan parit yang memerlukan perbaikan.
“Namun, kegiatan ini akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam bentuk gotong royong, bukan melalui kontrak dengan pihak ketiga,” tambahnya. (adv/kominfokukar)