Lingkaranberita.com, PENDIDIKAN – Pada Rabu (6/3), Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan Seminar Nasional dengan fokus pada pemikiran dan gerakan Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari, Rabu 6 Maret 2023.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: https://unisma.ac.id/
Kegiatan ini digelar dalam upaya merawat jagat dan membangun peradaban dunia. Seminar yang dihelat di Hall Abdurrahman Wahid, Gedung Ali Bin Abi Tholib Lantai 7 ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika Unisma serta tokoh-tokoh penting dari Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan Ketua PBSDM PWNU Jatim, Prof. Dr. K.H Ali Maschan Moesa, M.Si.
Dalam sambutannya, Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan baru serta menggali kembali peristiwa-peristiwa penting yang pernah dilakukan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
“Hadratussyaikh merupakan tokoh sentral dalam pendirian NU dan juga diakui sebagai Rois Akbar dengan pengetahuan yang luas,” ujarnya.
Prof. Maskuri juga menyoroti bahwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bukan hanya merupakan tokoh nasional, tetapi juga internasional. Pemikiran dan gerakannya mampu menyatukan umat Islam di seluruh dunia.
“Beliau juga merupakan salah satu pelopor komite hijaz, yang pada masanya membantu memperluas inklusi dalam mazhab di Arab Saudi, termasuk melalui upaya penyelenggaraan ibadah haji yang dirancang untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia,” terangnya.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: https://unisma.ac.id/
Prof. Maskuri menambahkan, literasi-literasi tentang tokoh-tokoh Islam, terutama dari kalangan NU, belum sepenuhnya terurai dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
“Oleh karena itu, kita semua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa generasi muda kita mengenal dan menghargai sumbangan besar para tokoh ini dalam membangun kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu Gus Kikin membagikan perjalanan pemikiran Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang tidak hanya mencakup bangsa Indonesia tetapi juga umat Islam secara global.
Menurut Gus Kikin, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari sudah memiliki pemahaman akan kebangsaan sejak belajar di Makkah bersama Syekh Nawawi Al Bantani.
K.H. Ali Maschan Moesa menambahkan, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari dikenal dengan pemikiran yang sederhana namun kontekstual. Prioritas utamanya adalah kemaslahatan umat. (tar/)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: https://unisma.ac.id/