Lingkaranberita.com, TELEN – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, tak kenal lelah dalam menjelajahi wilayah “Tuah Bumi Untung Benua” demi memastikan pembangunan infrastruktur merata. Dengan APBD yang terbatas, upaya keras dan terobosan menjadi kunci untuk mengubah visi menjadi kenyataan.
Pada Selasa (30/1/2024), Bupati Ardiansyah Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Telen, mengawasi progres pembangunan jembatan Telen yang telah dinantikan sejak lama. Tidak hanya itu, pembangunan jembatan Sei Mara dan pemugaran Gedung Gereja GKII di Desa Lung Melah juga menjadi fokus perhatian tahun ini.
Setelah proses perencanaan sejak 2017, pembangunan jembatan Telen akhirnya menjadi kenyataan pada tahun 2024 melalui program Multi Years Contract (MYC). Proses lelang yang telah memasuki tahap keempat menjanjikan penyelesaian dalam waktu singkat.
Dengan panjang bentang utama hampir 100 meter, jembatan Telen akan menjadi penghubung vital bagi sejumlah desa, seperti Marah Haloq, Juk Ayak, Muara Pantun, dan Long Segar. Diharapkan, jembatan ini akan membuka isolasi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memudahkan perdagangan dan transportasi, serta mempererat interaksi sosial budaya.
Selain jembatan Telen, pembangunan infrastruktur lainnya juga mengemuka, seperti jembatan Sei Mara dan pemugaran Gedung Gereja GKII di Desa Lung Melah. Prioritas pembangunan tersebut direspon dengan serius oleh Camat Telen, Petrus Ivung, yang menekankan pentingnya pembangunan jalan poros dan peningkatan kantor Camat serta Polsek Telen yang representatif.
Dengan semangat dan komitmen yang tak tergoyahkan, pembangunan infrastruktur di Kutai Timur terus bergulir, meneguhkan tekad untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. (adv/kutim)