• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Desa Miau Baru Diproyeksi Jadi Sentra Padi di Kutim

04/10/2023
in KUTIM
0

Salah satu bendungan di Desa Miau Kutim yang mendukung sektor pertanian.

547
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, KONGBENG– Desa Miau Baru di Kecamatan Kongbeng akan jadi salah satu sentra lumbung padi di Kutim. Saat ini luasan sawah yang berproduksi sekitar 315 hektare dan akan ditingkatkan hingga mencapai 1000 hektare.

Related Posts

Polisi Turun Tangan Jaga Harga Beras, Warga Muara Pahu Serbu Program SPHP

Hilirisasi Sawit Dipercepat, Kutim Tawarkan KEK Maloy sebagai Magnet Investasi Industri

Gebyar Prestasi SMA YPPSB 2026, Wabup Kutim Tekankan Akses Pendidikan dan Kesiapan Hadapi Era Digital

Ornitari Sangatta Hadirkan Majelis Taklim Berbasis Pemberdayaan, Jamaah Tembus 120 Orang

“Jika rata – rata setiap hektare menghasilkan 4-6 ton per panen di luasan 315 hektare berarti 1.575 ton per tahun. Dalam setahun 2 kali panen artinya bisa mencapai 3.150 ton padi per tahun.Sangat signifikan  untuk memenuhi kebutuhan beras di Kutim,” jelas Bupati Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.

Mantan legislator ini menambahkan, di Kutim ada beberapa wilayah yang menjadi sentral padi. Diantaranya di Kecamatan Teluk Pandan, Kaubun dan Kongbeng. Selanjutnya Pemkab Kutim berencana mencetak sawah baru. Di Desa Miau Baru memiliki potensi perluasan hingga 1000 hektare. Selain itu untuk peningkatan produkasi, Pemkab Kutim beberapa waktu lalu telah menyerahkan handtractor kepada beberapa kelompok tani (Poktan). Poktan di Miau Baru maupun di sentra-sentra yang lain.

Menurut informasi, saat ini jumlah petani milenial sudah cukup banyak. Hal ini menjadi kabar gembira, generasi muda sudah tertarik bekerja di bidang pertanian. Menurut Ardiansyah, menjadi petani memiliki prospek yang menjanjikan.

“Sebagai contoh eksportir pisang dari Desa Kadungan Jaya, Kaubun adalah pemuda. Belum termasuk anak -anak muda yang menggeluti bidang usaha rintisan (start-up),” ungkap Ardiansyah.

Ditambahkannya, hingga Juli 2023 ini ekspor pisang kepok mencapai 1.760 ton. Selain itu petani Kutim juga telah mengekspor keripik pisang, lidi sawit, amplang, nanas dan ikan asin air tawar. (adv/Kutim)

SendShare33
Next Post

Sidang Lanjutan Kasus Penggelapan Aset Mantan Bos Jawa Pos, Saksi Advokat PT Duta Manuntung Banyak Tidak Tahu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.