• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Melihat Tolerasi saat Nyepi di Desa Kerta Buana Kutai Kartanegara

22/03/2023
in KUKAR
0

Melihat Tolerasi saat Nyepi di Desa Kerta Buana Kutai Kartanegara.

535
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Tenggarong-Umat Hindu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur hari ini, Rabu (22/3/2023) memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945.

Related Posts

Dewantara Collective Sambangi SMAN 3 Tenggarong, Dorong Pelajar Berani Tentukan Masa Depan

Tangga Arung Square Bangkitkan Denyut Ekonomi Baru, Wajah Tenggarong Kian Modern

Kerja Nyata Edi Damansyah Dapat Apresiasi Akademisi, Kukar Terus Maju

Tamat Sudah “Gelombang Darat” di Tama Pole, Wabup Kukar Tinjau Langsung Perbaikan Jalan

Terdapat empat pantangan yang diperhatikan saat Hari Raya Nyepi. Keempat pantangan itu disebut dengan Catur Brata Penyepian.

Antara lain, Amati Geni berarti larangan untuk menyalakan api sepanjang hari, tidak memasak, tidak menyalakan lampu, yang juga berarti berpuasa dan tidak menikmati makanan atau minuman.

Amati Karya berarti larangan untuk bekerja fisik karena fokus untuk melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

Amati Lelanguan berarti larangan untuk mencari hiburan karena pikiran harus dipusatkan untuk mengingat dan memikirkan Ida Sang Hyang Widhi dan melakukan introspeksi diri.

Amati Lalungan berarti larangan untuk bepergian karena tidak diperbolehkan untuk pergi dari area tapa brata dilaksanakan dan Gembak Geni sehari setelah Nyepi,

Suasana perayaan Nyepi ini turut dirasakan di Desa Kerta Buana, L4, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Desa Kerta Buana dikenal sebagai Kampung Bali di Kutai Kartanegara. Mayoritas penduduknya menganut agama Hindu.

“Jumlah warga Desa Kerta Buana ada 5.625 jiwa. Sedangkan, 1.969 jiwa atau 35 persen merupakan umat hindu,” kata Kepala Desa Kerta Buana I Dewa Ketut Adi Basuki, Rabu (22/3/2023).

Sebagaimana diketahui, warga transmigrasi dari Bali pertama kali menempati kawasan Desa Kerta Buana, pada 1980. Tepatnya 11 Oktober 1980.

Saat itu, 400 kepala keluarga asal Provinsi Bali bermigrasi dan bermukim di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Lokasinya dahulu diberi nama L4.

Namun, kini, permukiman tersebut secara formal dinamai Desa Kerta Buana. Sudah berkembang dan dihuni hingga 1.969 jiwa.

Meski sudah banyak terjadi persilangan perkawinan antarsuku di daerah ini, namun tak bisa menggerus ciri khas Desa Kerta Buana. Sejumlah ritual serta acara adat suku Bali rutin dilakukan.

Seperti kesenian Joget Bumbung, Ngaben, dan kesenian Jegog. Pura yang menjadi tempat ibadah warga Hindu-Bali terlihat di setiap rumah.

Meski demikian, tingkat toleransi antarsuku Bali dengan suku-suku lainnya di Desa Kerta Buana juga terbilang sangat tinggi. Masyarakat Non – Hindu bahkan menjaga kampung saat Nyepi.

“Dukungan dari masyarakat Non Hindu di sini luar biasa, toleransi kita sudah terbentuk sejak lama. Kita biasa saling menjaga,” kata I Dewa Ketut Adi Basuki.

Secara geografis, Desa Kerta Buana berada di tengah-tengah Kecamatan Tenggarong Seberang atau kira-kira berjarak 12 kilometer dari ibu kota kecamatan.

Sebelah barat desa ini berbatasan dengan Kecamatan Tenggarong. Sementara di selatan, berbatasan dengan Kota Samarinda. Sedangkan untuk di timur dan utara, berbatasan dengan Kecamatan Marangkayu serta Sebulu.

Dalam tiap perayaan acara adat bagi warga Hindu-Bali di Desa Kerta Buana memang kerap menjadi daya tarik tersendiri.

Bahkan tak jarang, sejumlah tamu dari pejabat asal Provinsi Bali juga hadir. Itulah juga yang membuatnya yakin bahwa khas suku Bali di kampungnya belum tergerus zaman.

“Meski hanya setingkat desa, banyak acara di desa ini yang dianggap menarik bagi warga luar. Seperti acara mengarak Ogoh-Ogoh,” pungkasnya. (adv/kominfokukar)

 

SendShare32
Next Post

Bupati Kukar Minta Rumah Makan dan Jasa Hiburan Taat Aturan Saat Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.