• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

IKN Baru Dibangun, PPU Juga Harus Jadi Perhatian

02/10/2021
in PENAJAM
0

Jhon Kenedi

549
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

PENAJAM, lingkaranberita.com – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi pastikan pembangunan di PPU juga turut menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Seiring dengan perwujudan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Kedatangan tim Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi hal sudah ditunggu-tunggu. Untuk mengungkapkan uneg-uneg daerah yang sebagian wilayahnya dijadikan  lahan IKN masa depan. Dihadapan rombongan Ketua Kedeputian IV KSP, Juri Ardiantoro secara tegas meminta komitmen dalam pembangunan di PPU secara menyeluruh. Sejalan dengan pengesahan RUU IKN.

“Diskusi pertama kita meminta pemerintah pusat  membangun PPU secara sejalan, jangan sampai sebagian besar daerah kita ini diambil untuk IKN, tapi PPU jadi wilayah yang tertinggal,” ujarnya.

Ada dua sesi dalam kunjungan beragenda KSP Mendengar itu. Yang pertama ialah pertemuan tertutup. Pertemuan tersebut membahas terkait perkembangan pemindahan IKN dan juga Program prioritas nasional di Kaltim.

Turut dalam pertemuan BB ialah Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Sementara tim KSP ialah Juri Ardiantoro dan para Tenaga Ahli Utama. Ada Ali Mochtar Ngabalin, Usep Setiawan, dan Wandy Tuturoong. Di situlah perbincangan itu terjadi. Membuka bagian mana saja yang perlu dibangun.

“Kami ingin PPU terbangun secara menyeluruh. Artinya banyak jalan yang baik. Kelanjutan pembangunan Coastal Road, Jembatan Penajam-Balikpapan dan banyak lagi,” ucapnya.

Tak sampai di situ saja, usai pertemuan tadi, tim juga diajak berkeliling. Mendatangi beberapa spot di lapangan dari pembangunan yang dimaksud Jhon tadi. Utamanya ke lokasi Coastal Road yang sejak 20 tahun lalu belum juga rampung. Jalan itu yang dianggap menjadi nadi kehidupan baru masyarakat.

“Dari apa yang disampaikan beliau tadi, insyaallah mereka akan membantu. Dan secara langsung meminta kami untuk datang ke KSP. Nanti kita tinggal mengatur jadwal dalam waktu dekat,” terang Jhon.

Sesi kedua tim KSP ialah mendengar aspirasi masyarakat lokal. Khususnya dari warga keadatan yang terpisah dari 30 organisasi masyarakat (ormas) yang ada di PPU.

Mulai Sultan Paser Sultan Paser YM Aji Muhammad Djarnawi, Ketua DPP Lembaga Adat Paser, Ketua DPW Lembaga Adat PPU, Ketua Paser Bakerai, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Ketua DPP Laskar Pertahanan Adat Paser, Ketua PC Nahdlatul Ulama PPU, Ketua PC Muhammadiyah PPU, KNPI PPU, GP Ansor PPU,Pemuda Pancasila PPU, Bawe-Paser PPU, Komunitas Dayak, Pelaku Seni, dan beberapa ormas lainnya.

Mayoritas menghendaki pemindahan IKN dapat memberikan dampak positif ke masyarakat. Dengan tidak mendegradasi adat istiadat dan budaya yang telah ada. Politikus Partai Demokrat ini menjadi moderator diskusi antar keduanya. Ia menyebutkan bahwa keinginan masyarakat adat kemungkinan besar akan dipenuhi, karena dia mengaku mendapat penyampaian dari KSP bahwa kearifan lokal menjadi prioritas utama dalam pembangunan IKN nanti.

“Tentu apa yang disampaikan tadi itulah pesannya. Jangan sampai nanti pemindahan IKN itu meninggalkan pesan yang tidak baik untuk warga kita. Mereka sampai tertinggal. Saya dengar bisikan tadi, yakin sebagian dari usulan itu bisa terpenuhi oleh pemerintah. Karena kearifan lokal itu harus diutamakan, itu menjadi prioritas utama dalam pembangunan IKN,” bebernya.

Selain masalah infrastruktur, permintaan pada KSP juga ialah terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di PPU. Karena harus diakui ketika IKN terwujud, maka persaingan pekerjaan di IKN akan meningkat. Menjadi persaingan level nasional bahkan internasional. Sehingga pembangunan SDM warga lokal sangat diperlukan.

“Tentu di dalam hal ini kita bersama-sama dengan pemerintah pusat harus sama-sama mendukung itu. Supaya masyarakat kita ini tidak tertinggal. Saya yakin tanpa dukungan pemerintah pusat dan daerah masyarakat pasti akan tertinggal,” pungkasnya. (*/adv/mgr)

SendShare33
Next Post

Kenali Ciri-Ciri Gejala Kanker Usus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.8k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.