Lingkaranberita.com, Malang – Inovasi pakan fungsional untuk ternak puyuh dikembangkan melalui kolaborasi dosen Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian tersebut memanfaatkan minyak magot yang dipadukan dengan suplementasi tokoferol atau vitamin E untuk mendukung produktivitas sekaligus kesehatan ternak.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unism.ac.id
Penelitian ini dipimpin Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP. dari UNISMA, bersama Dr. Dyah Lestari Yulianti, S.Pt., M.P. dari UNISMA dan Fadilla Meidita, S.Pt., M.Si. dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) – DRTPM BIMA Kemdiktisaintek.
Brahmadhita menjelaskan, formulasi pakan yang dikembangkan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi telur, tetapi juga menjaga kondisi fisiologis dan kesehatan puyuh.
Berdasarkan hasil sementara, pemberian pakan fungsional menunjukkan dampak positif terhadap performa produksi. Puyuh mengalami peningkatan produksi dan bobot telur, sementara nilai Feed Conversion Ratio (FCR) menurun yang menunjukkan penggunaan pakan lebih efisien.
“Pakan tersebut dapat meningkatkan produksi dan bobot telur, sekaligus menurunkan nilai FCR yang menandakan efisiensi pakan,” jelas Brahmadhita.
Penelitian juga menemukan adanya penurunan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah. Selain itu, respons stres pada ternak turut menunjukkan kecenderungan menurun yang ditandai dengan berkurangnya kadar malondialdehyde (MDA), salah satu parameter yang digunakan untuk menggambarkan tingkat stres oksidatif dalam tubuh.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unism.ac.id
Meski memberikan hasil menjanjikan, tim peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat sementara. Pengujian dan kajian lanjutan diperlukan untuk memperkuat hasil penelitian sebelum formulasi tersebut diterapkan secara luas.
Brahmadhita berharap inovasi ini dapat dikembangkan menjadi formulasi pakan yang praktis dan dapat dimanfaatkan peternak puyuh. Pemanfaatan magot sebagai alternatif bahan pakan juga dinilai sejalan dengan upaya membangun sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor peternakan,” pungkasnya.(adv/bro)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unism.ac.id