lingkaranberita.com, Malang, – Komitmen dalam menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pangan dan kesehatan global kembali ditunjukkan Universitas Islam Malang (Unisma). Melalui kemitraan strategis dengan (NPUST) Taiwan, Unisma menginisiasi riset kolaboratif di bidang bioteknologi pertanian dengan fokus pada pengembangan padi fungsional rendah indeks glikemik.

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Program kerja sama yang berlangsung pada 28 Maret hingga 4 April 2026 ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas riset berbasis inovasi. Kegiatan tersebut melibatkan dari Program Studi Agroteknologi Unisma dan dari Department of Biological Science and Technology NPUST.
Selama agenda berlangsung, kedua pihak tidak hanya melakukan diskusi ilmiah intensif, tetapi juga menyusun peta jalan riset bersama, meninjau fasilitas laboratorium, serta merancang publikasi ilmiah kolaboratif yang ditargetkan menembus jurnal internasional bereputasi.
Riset yang dikembangkan mengusung pendekatan multidisipliner dengan mengintegrasikan bioteknologi tanaman dan mikrobiologi pertanian. Fokus utamanya mencakup eksplorasi varietas padi dengan indeks glikemik rendah, pemanfaatan mikroorganisme fungsional untuk meningkatkan kualitas nutrisi, serta pengembangan sistem budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Menurut Novi Arfarita, kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam mendorong kualitas riset Unisma ke level global. Ia menegaskan bahwa inovasi padi fungsional bukan sekadar terobosan akademik, tetapi juga solusi strategis dalam menjawab persoalan ketahanan pangan dan meningkatnya prevalensi penyakit metabolik.
“Melalui riset ini, kami ingin menghadirkan alternatif pangan yang tidak hanya produktif secara agronomis, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang teruji secara ilmiah. Kolaborasi ini membuka akses luas terhadap pertukaran teknologi dan penguatan kapasitas riset,” ujarnya.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Sementara itu, Ying Tzy Jou menilai sinergi antara kedua institusi menjadi peluang besar dalam mempercepat inovasi berbasis sumber daya hayati tropis. Ia optimistis hasil kerja sama ini mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pangan masa depan.
“Pendekatan ilmiah yang terintegrasi dengan kekayaan biodiversitas akan menghasilkan inovasi yang relevan secara global. Kami percaya kolaborasi ini akan menghasilkan luaran riset yang berdampak luas,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Unisma dan NPUST juga merancang sejumlah program berkelanjutan, mulai dari riset kolaboratif jangka menengah, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga penguatan publikasi internasional melalui penulisan artikel bersama. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat diarahkan pada hilirisasi inovasi agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Melalui pengembangan padi fungsional rendah gula ini, kolaborasi Unisma–NPUST diharapkan menjadi bagian dari solusi global dalam meningkatkan kualitas pangan sekaligus menekan laju pertumbuhan kasus diabetes secara berkelanjutan.(ums)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id