lingkaranberita.com, MALANG – Semangat mengabdi di dunia pendidikan membawa Nurjamilah, alumni Universitas Islam Malang (UNISMA) Fakultas Agama Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) angkatan 1999, menapaki perjalanan panjang hingga ke Arab Saudi. Kini, ia menjalankan amanah sebagai guru di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), mendampingi putra-putri bangsa yang tumbuh jauh dari tanah air.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Puluhan tahun bergelut di dunia pendidikan, Nurjamilah konsisten menanamkan nilai keislaman, akhlak, dan kecintaan terhadap Indonesia kepada para siswanya. Baginya, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan ladang pengabdian yang harus dijalani dengan keikhlasan dan keteladanan.
Bekal keilmuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNISMA menjadi fondasi kuat dalam menjalani peran tersebut. Saat berstatus mahasiswa, Nurjamilah dikenal aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi. Pengalaman itu membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, serta kemampuan adaptasi yang sangat berguna ketika terjun ke dunia kerja.
Karier mengajarnya dimulai tak lama setelah wisuda. Pada rentang 1999 hingga 2003, ia mengabdikan diri sebagai Guru Pendidikan Agama Islam di Pesantren Syeh Ahmad Daud Paluta, Sumatera Utara. Di lingkungan pesantren, ia tak hanya mengajarkan materi keagamaan, tetapi juga membina karakter dan kedisiplinan santri.
Perjalanan profesionalnya berlanjut hingga akhirnya pada 2014 dipercaya mengemban tugas di Sekolah Indonesia Jeddah. Di sekolah yang berada di bawah naungan pemerintah Indonesia tersebut, Nurjamilah berperan sebagai guru kelas sekaligus guru PAI, melayani anak-anak Warga Negara Indonesia yang menetap di Jeddah dan sekitarnya.
Mengajar di luar negeri menghadirkan tantangan tersendiri. Selain beradaptasi dengan budaya setempat, ia juga memikul tanggung jawab menjaga jati diri kebangsaan peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran yang seimbang, Nurjamilah memadukan kurikulum nasional dengan penguatan nilai Islam dan akhlak mulia, agar siswa tetap tumbuh sebagai generasi Indonesia yang berkarakter.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Di luar ruang kelas, kontribusinya terasa dalam pembinaan kepribadian siswa, pendampingan emosional, hingga menjalin komunikasi intens dengan orang tua dan komunitas diaspora Indonesia. Kehadirannya menjadi figur teladan sekaligus penguat ikatan kebangsaan di perantauan.
Bagi Nurjamilah, pendidikan adalah jalan panjang yang menuntut kesabaran dan konsistensi. Ia meyakini bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi beriman, berilmu, dan berakhlak, meski berada ribuan kilometer dari tanah air.
Kepada generasi muda, ia menitipkan pesan agar tidak memisahkan ilmu dari iman. Menurutnya, keseimbangan keduanya menjadi kunci agar seseorang tumbuh rendah hati, bijak, dan tidak mudah tersesat. Ia juga mengajak pelajar memanfaatkan teknologi secara cerdas, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial.
Di akhir, Nurjamilah menyampaikan harapannya agar UNISMA terus berkembang sebagai perguruan tinggi unggul yang melahirkan lulusan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai keislaman. Ia juga mengajak para alumni untuk senantiasa menjaga marwah almamater dan menjadi duta kebaikan di mana pun berada.
“Di mana pun kita bertugas, nama UNISMA selalu melekat. Mari kita jaga dengan karya dan pengabdian nyata,” tutupnya.(adv)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id