lingkaranberita.com, MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Islam Malang (UNISMA) di kancah global. Pada Desember 2025, tim mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA UNISMA sukses menyabet Gold Medal dalam International Invention and Innovative Science Project Olympiad (I2ASPO) kategori Energi, sebuah kompetisi internasional yang mempertemukan inovator muda dari berbagai negara.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Tim lintas angkatan ini digawangi oleh Alvina Putri Maharani sebagai ketua, bersama Aqidatul Izzah Putri Naila dan Nazamira Oktavirani (angkatan 2023), serta Fasya Regita Aurelia dan Tasya Bella Indriani (angkatan 2025). Kolaborasi lintas generasi ini menjadi kekuatan utama dalam meramu ide, riset, hingga presentasi di hadapan dewan juri internasional.
Karya ilmiah yang mereka usung mengangkat tema pemanfaatan limbah budidaya perikanan menjadi biochar fungsional untuk meningkatkan kinerja panel surya termal. Inovasi bertajuk “Upcycling Aquaculture Sludge into Functional Biochar for Thermal Solar Panel Enhancement: A Low-Cost Waste-to-Energy Innovation” ini menawarkan solusi berbiaya rendah, ramah lingkungan, sekaligus berorientasi pada energi terbarukan.
Berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya volume limbah perikanan, tim merancang pendekatan ilmiah yang mampu mengubah residu tersebut menjadi material bernilai guna. Biochar hasil olahan terbukti mampu meningkatkan efisiensi penyerapan panas pada panel surya, sehingga berpotensi memperkuat kinerja sistem energi surya skala kecil hingga menengah.
Proses menuju panggung internasional ditempuh dengan kerja keras dan dedikasi tinggi. Mulai dari penyusunan metodologi, pengolahan data, penulisan karya ilmiah, hingga simulasi presentasi dilakukan secara intensif. Kekompakan tim dan kepemimpinan yang solid membuat mereka tampil meyakinkan saat memaparkan hasil riset di hadapan juri.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Pada hari penjurian, pemaparan yang sistematis, berbasis data kuat, serta visi keberlanjutan yang jelas sukses menarik perhatian. Dewan juri menilai inovasi ini memiliki nilai kebaruan, manfaat praktis, serta dampak lingkungan yang signifikan. Hasilnya, medali emas pun berhasil diraih, sekaligus mengukuhkan posisi UNISMA di jajaran kampus berprestasi dunia.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran dosen pembimbing, Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si., yang secara intens memberikan arahan akademik, pendampingan riset, dan penguatan argumentasi ilmiah. Dukungan penuh juga datang dari jajaran dekanat Fakultas MIPA UNISMA yang menyediakan fasilitas, motivasi, dan ruang pengembangan bagi mahasiswa.
Lebih dari sekadar torehan prestasi, capaian ini menjadi simbol semangat inovasi dan kolaborasi mahasiswa UNISMA. Kemenangan di I2ASPO diharapkan menjadi pemantik bagi generasi berikutnya untuk terus melahirkan karya kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Dengan deretan prestasi internasional yang terus bertambah, Universitas Islam Malang kian meneguhkan langkah sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi berkelanjutan bagi masa depan.(adv)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id