Lingkaranberita.com, MALANG – Menutup perjalanan tahun 2025, Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar Dzikir dan Muhasabah Akhir Tahun yang dirangkaikan dengan Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Ainul Yaqin UNISMA dan diikuti jajaran yayasan, pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Rektor UNISMA Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D. menyampaikan bahwa akhir tahun merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, baik secara personal maupun kelembagaan. Menurutnya, dzikir dan muhasabah menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih sekaligus menyadari berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Ini saat yang tepat bagi kita semua untuk berhenti sejenak, menengok kembali perjalanan satu tahun terakhir, dan menata niat untuk melangkah lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Junaidi juga menegaskan tekad civitas akademika UNISMA untuk terus meningkatkan kualitas institusi. Ia menyebut bahwa semangat refleksi akhir tahun harus menjadi energi baru dalam mewujudkan cita-cita UNISMA sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.
“Dengan menutup tahun 2025 ini, mari kita songsong tahun 2026 dengan optimisme dan komitmen yang lebih kuat untuk mengabdi serta membawa UNISMA melesat menuju World Class University,” ujarnya.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan KH. Kholili. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan agama sebagai fondasi kesuksesan hidup.
“Ilmu adalah kunci keberhasilan, tetapi tanpa agama, ilmu tidak akan membawa kesempurnaan. Iman dan akhlak menjadi penuntun agar ilmu benar-benar memberi manfaat,” tuturnya.
KH. Kholili juga mengajak peserta untuk meneladani sosok Gus Dur yang dikenal luas sebagai pemimpin berjiwa besar, sederhana, dan ikhlas dalam pengabdian. Nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebijaksanaan yang diwariskan Gus Dur dinilai relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Melalui dzikir, muhasabah, dan peringatan haul ini, UNISMA berharap semangat spiritualitas dan keteladanan tokoh bangsa dapat terus menguatkan langkah civitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.(adv/)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id