• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Anggaran Kian Menyusut, Pemkab PPU Siapkan Pola Kolaborasi Baru dengan Perusahaan Sawit

04/12/2025
in PENAJAM
0

Bupati PPU Mudyat Noor.(ist)

538
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menyiapkan model kolaborasi baru dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk mengatasi krisis infrastruktur akibat minimnya anggaran perbaikan jalan.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Pemkab mengaku hanya mampu menangani perbaikan jalan sepanjang 300–500 meter per tahun, jauh dari total kerusakan yang semakin meluas. Kondisi ini diperparah oleh pemotongan Dana Transfer Keuangan Umum (TKGU) dari pemerintah pusat.

“Anggaran kita sangat terbatas. Sementara kerusakan jalan terjadi di banyak titik, dan skalanya besar,” kata Bupati Mudyat Noor.

Situasi tersebut membuat pemerintah daerah harus mencari terobosan. Salah satunya dengan mewajibkan perusahaan sawit ikut memberikan kontribusi pembangunan, baik melalui perbaikan infrastruktur maupun pendanaan program prioritas daerah.

Selama ini, menurut Mudyat, belum ada pola kontribusi yang jelas antara perusahaan dan pemerintah daerah. Padahal perusahaan sawit merupakan pihak yang paling banyak menggunakan badan jalan untuk angkutan hasil perkebunan.

Karena itu, Pemkab PPU sedang merancang “skema kemitraan daerah-industri” yang lebih tegas dan terukur. Model ini akan mengatur peran perusahaan dalam membiayai atau membantu perbaikan infrastruktur dasar yang terdampak kegiatan operasional mereka.

“Daerah harus berinovasi meningkatkan PAD, tetapi tanpa sinergi dengan perusahaan besar, upaya itu tidak akan maksimal,” tegasnya.

Pemkab PPU berharap skema baru tersebut dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan pada dana pusat dan mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan yang selama ini menjadi jalur angkutan sawit.(adv/kominfoppu)

SendShare32
Next Post

Dinas Perikanan PPU Gencarkan Edukasi Gizi, Program Gemarikan Masuk Desa-Desa Stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.8k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
1.9k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.