Lingkaranberita.com, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memantapkan langkah besar dalam pengembangan infrastruktur perikanan melalui berbagai usulan program yang diajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usulan itu disampaikan langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam audiensi resmi dengan Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Selasa (25/11/2025).
Beberapa program prioritas yang diusulkan antara lain pembangunan breakwater di Sungai Nenang untuk meningkatkan keselamatan kapal nelayan, revitalisasi delapan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta penguatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Api-Api.
Mudyat menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki tata niaga dan memastikan hasil tangkapan nelayan tidak lagi dijual dengan harga rendah.
“Kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat koperasi nelayan, dan memastikan fasilitas pendukung benar-benar memadai,” tegasnya.
Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyatakan bahwa pembangunan breakwater serta fasilitas pendukung lainnya dapat diprioritaskan apabila memenuhi kebutuhan teknis dan memberikan manfaat langsung bagi nelayan.
Menindaklanjuti dukungan tersebut, Bupati PPU meminta seluruh SKPD teknis segera mempercepat penyusunan proposal dan dokumen pendukung agar proses di KKP segera berjalan.
“Saya juga meminta DPRD terlibat dalam pengawasan agar semuanya lebih cepat dan terarah. Harapannya, pembangunan KNMP dapat segera dirasakan masyarakat pesisir,” jelas Mudyat.
Audiensi ini turut melibatkan sejumlah unsur penting dari Pemkab PPU, termasuk anggota DPRD PPU Sujiati dan Tohirun, Kepala Dinas Perikanan H. Rozihan Azwad, serta Sekretaris Bapelitbang Ade Embongbulan.(adv/kominfoppu)