Insightkaltim.com, Balikpapan — Selain persoalan pembangunan infrastruktur, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, juga menyoroti kondisi sektor perikanan di wilayahnya yang dinilai masih jauh dari ideal. Hal ini ia sampaikan dalam forum pertemuan dengan Panitia Kerja (Panja) Peningkatan Pendapatan Negara (PPN) Komisi XII DPR RI, Rabu (26/11/2025).
Mudyat menegaskan bahwa potensi perikanan di Kabupaten PPU sangat besar, namun kesejahteraan nelayan masih tertinggal. Harga ikan yang rendah, keterbatasan fasilitas pelabuhan, hingga minimnya akses pasar masih menjadi kendala utama.
“Potensi nelayan di PPU luar biasa, tetapi kondisi mereka belum layak. Harga jual sangat rendah dan fasilitas pendukung belum tersedia maksimal,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah pusat memberikan perhatian khusus melalui pembangunan pelabuhan perikanan, cold storage, hingga infrastruktur rantai pasok hasil laut. Menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi titik balik bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan nelayan lokal.
Selain sektor perikanan, Mudyat juga menyinggung pentingnya kebijakan fiskal yang lebih adil bagi daerah penghasil sumber daya alam, termasuk penguatan Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer ke daerah (TKD).
“Kami hanya menginginkan keadilan. Kaltim, termasuk PPU, sudah memberi banyak kepada negara,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, serta sejumlah tokoh masyarakat yang juga menitipkan berbagai aspirasi pembangunan kepada Komisi XII DPR RI.(adv/kominfoppu)