lingkaranberita.com, PENAJAM — Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan ruang kreatif lebih luas bagi pelajar untuk mengeksplorasi isu-isu yang dekat dengan kehidupan mereka melalui program literasi digital 2025.
Tidak terbatas pada tema akademik klasik, Dispusip mempersilakan pelajar menulis karya ilmiah dengan topik kekinian—mulai dari pengaruh gim Mobile Legends terhadap prestasi belajar, pola komunikasi di media sosial, hingga kesehatan mental akibat penggunaan gadget.
“Semakin dekat tema dengan realitas mereka, semakin kuat motivasi menulisnya. Dan hasilnya ternyata lebih aplikatif,” ujar Kepala Dispusip PPU, Yusuf Basra.
Untuk jenjang SD dan SMP, Dispusip menghadirkan kegiatan literasi bernuansa kreatif seperti lomba mendongeng dan resensi buku. Sementara untuk SMA/SMK, fokus diarahkan pada kemampuan riset dan penulisan ilmiah yang memanfaatkan teknologi digital.
Program ini dirancang agar pelajar terbiasa menggunakan perangkat digital secara produktif, bukan hanya hiburan. Presentasi karya dilakukan secara daring, termasuk sesi penilaian oleh juri nasional maupun internasional.
Yusuf menyebut bahwa model pelatihan berbasis digital ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda PPU menghadapi persaingan akademik dan profesional di masa depan.
“Kami ingin literasi digital menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan tahunan. Anak-anak PPU harus siap bersaing di era di mana kreativitas dan literasi teknologi saling terkait,” tambahnya.(adv/kominfoppu)