lingkaranberita.com, SEPAKU, 16 Juli 2025 – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Sekretariat Daerah (Setda) se-Kalimantan Timur yang berlangsung di Hotel Qubika, Sepaku. Pembukaan dikemas dalam suasana hangat melalui welcome dinner yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah se-Kaltim.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kaltim, Syarifah Alawiyah, Asisten II Setda PPU Sodikin, para Sekda kabupaten/kota se-Kaltim, dan sejumlah narasumber nasional yang membidangi perencanaan pembangunan.
Momentum Strategis di Tengah Pembangunan Nasional
Dalam sambutannya, Wabup Waris menekankan pentingnya Rakor ini sebagai forum strategis untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan daerah yang selaras dengan prioritas nasional, terutama dalam menyongsong realisasi IKN.
“Rakor ini bukan sekadar rutinitas, tetapi kesempatan penting untuk menyatukan langkah, memperjelas peran, dan menyusun strategi sinergis dalam mendukung pemerintahan pusat. Kita harus memastikan kepentingan masyarakat daerah tetap menjadi prioritas dalam bingkai pembangunan nasional,” ujar Waris.
Ia menambahkan bahwa sinergi antar Setda se-Kaltim sangat krusial untuk menjaga kesinambungan program lintas wilayah, terutama dalam mengantisipasi dampak ekonomi, sosial, dan infrastruktur dari kehadiran IKN.
Satu Irama Menuju Indonesia Emas 2045
Senada dengan Wabup Waris, Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Kaltim, Syarifah Alawiyah, mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah sangat vital dalam mengawal target-target pembangunan nasional.
“Kesuksesan pembangunan nasional tak lepas dari harmoni antar perencana. Rakor ini menjadi ruang penting menyamakan frekuensi dan menyusun peta jalan pembangunan yang adaptif dan kolaboratif,” tegasnya.
Syarifah juga menyinggung urgensi sinkronisasi perencanaan daerah sesuai Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang menekankan perencanaan sistematis, terpadu, dan terintegrasi. Menurutnya, di tengah transformasi global, koordinasi bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab ekspektasi publik.
Dari Rakor ke Aksi Nyata
Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman antar daerah, menggali tantangan, serta merumuskan langkah-langkah inovatif untuk memperkuat kelembagaan perencanaan. Diskusi selama Rakor diharapkan mampu menghasilkan output nyata yang bisa diterapkan dalam penyusunan kebijakan daerah masing-masing.
Sebagai simbol dimulainya Rakor, Wabup Waris memukul gong yang menandai pembukaan resmi agenda yang akan berlangsung dua hari, 16–17 Juli 2025.
Dengan pelaksanaan Rakor ini, Kalimantan Timur menunjukkan kesiapan dan keseriusannya dalam bertransformasi menjadi pusat gravitasi pembangunan nasional, tanpa meninggalkan esensi pembangunan berkeadilan bagi seluruh kabupaten/kota di wilayahnya.(adv/kominfoppu)