lingkaranberita.com, Penajam, 5 Juni 2025 — Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini tak sekadar seremoni. Pemerintah Kabupaten PPU bersama elemen masyarakat turun langsung ke lapangan dalam aksi bersih pantai bertema “Hentikan Polusi Plastik”, yang digelar di Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kamis pagi.
Ratusan peserta dari berbagai unsur seperti TNI/Polri, OPD, perusahaan, pelajar, hingga organisasi masyarakat bersatu membersihkan tumpukan sampah yang menumpuk di pesisir pantai. Hasilnya, sebanyak 568,2 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, terdiri dari 179 kg sampah organik, 65 kg anorganik, dan 324,2 kg sampah residu.
Wabup Serukan Perubahan: “Kalian Bukan Penonton, Kalian Penentu!”
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin yang hadir langsung dalam aksi tersebut menyampaikan pesan kuat soal urgensi menghentikan polusi plastik yang menjadi ancaman nyata bagi masa depan planet.
“Polusi plastik bukan sekadar masalah lingkungan, ini simbol gaya hidup yang tidak berkelanjutan. Perubahan iklim, punahnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran—semuanya saling terhubung,” tegas Waris dalam sambutannya.
Ia secara khusus menyoroti dampak plastik terhadap ekosistem laut, mulai dari matinya ikan, penyu, dan burung laut hingga hilangnya mata pencaharian para nelayan serta rusaknya destinasi wisata karena pantai tercemar.
Dunia Usaha & Generasi Muda Jadi Target Aksi
Tak hanya mengkritik, Wabup juga mengajak dunia usaha untuk mengambil peran dalam revolusi hijau. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab produsen dalam merancang produk yang mudah diguna ulang, diisi ulang, dan didaur ulang.
“Tidak ada lagi ruang untuk plastik sekali pakai. Saatnya industri ikut berubah,” serunya.
Ia juga menantang generasi Z dan Alpha untuk menjadi pionir gaya hidup minim plastik, menyebut mereka sebagai “penentu arah sejarah, bukan sekadar penonton.”
Hormat untuk Pejuang Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Wabup memberikan penghargaan moral kepada para pegiat lingkungan yang selama ini bekerja senyap di balik layar.
“Tanpa sorotan, tanpa insentif, tapi dengan cinta dan tanggung jawab. Kalian adalah teladan hidup,” ujar Waris dengan penuh empati.
Sampah yang terkumpul dari aksi ini tidak serta-merta dibuang. Sampah organik dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) PPU, sementara anorganik akan dikelola untuk proses daur ulang, mempertegas komitmen kegiatan ini terhadap prinsip ekonomi sirkular.
Dari Pantai, Kesadaran Tumbuh
Aksi bersih ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungan. Tidak hanya soal kebersihan pantai, tetapi juga pola konsumsi yang lebih bijak, terutama dalam penggunaan plastik sekali pakai. (adv/kominfoppu)