Lingkaranberita.com, Penajam, — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memasang target tinggi: menjadi lumbung pangan utama Kalimantan Timur. Ambisi ini bukan sekadar wacana, menyusul turunnya anggaran Rp149 miliar dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memperkuat infrastruktur dan teknologi pertanian lokal.
Kepastian itu diumumkan langsung dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Dana jumbo ini ditujukan untuk modernisasi pertanian, perbaikan irigasi, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani.
Produksi Gabah Capai Ribuan Ton
Dalam acara tersebut, Bupati PPU Mudiyat Noor menyampaikan bahwa PPU kini memproduksi sekitar 4.429 ton gabah kering panen per tahun, dari total luas lahan 5.898 hektare. Dengan dukungan pusat, angka itu diproyeksikan akan melonjak.
“Kami tidak ingin PPU hanya dikenal sebagai daerah penyangga IKN, tapi juga sebagai penyokong pangan regional. Ini saatnya kami buktikan,” tegas Mudiyat, 9 Mei 2025.
Dari Pinggiran Jadi Pilar Ketahanan Pangan
Mudiyat menambahkan bahwa tantangan terbesar petani selama ini adalah sistem pengairan dan kurangnya alsintan. Dana bantuan ini menjadi angin segar yang diyakini akan mempercepat transformasi pertanian PPU menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Dukungan Penuh dari Pusat dan Daerah
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa PPU memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Menurutnya, investasi pertanian di PPU sangat strategis untuk menjawab tantangan pangan nasional.
Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, serta unsur Forkopimda. Mereka menyatakan komitmennya untuk mendukung PPU menjadi motor penggerak sektor pertanian di Kaltim.
Langkah Nyata Menuju Kemandirian Pangan
Dengan alokasi anggaran raksasa dan semangat daerah yang kuat, PPU mulai menapaki jalur baru: dari wilayah agraris biasa menjadi sentra pangan strategis Kalimantan Timur. Transformasi ini diharapkan membawa dampak ekonomi langsung bagi petani dan membuka peluang besar di sektor agrobisnis lokal.(adv/kominfoppu)