lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang tangguh dan mampu bersaing di tengah derasnya arus pembangunan.
Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, menyampaikan komitmennya untuk mendorong pemerataan pendidikan hingga ke pelosok desa. Ia menegaskan bahwa generasi muda PPU harus tampil sebagai pelaku, bukan hanya penonton di kampung halamannya sendiri.
“Kita ingin ada seribu sarjana dari desa, bukan sekadar wacana, tapi target nyata yang perlu kita kejar secara bertahap,” tegas Syahrudin usai menghadiri Sidang Paripurna HUT ke-23 Kabupaten PPU, Selasa (11/3/2024).
Menurutnya, pendidikan tinggi harus menjadi standar minimal di PPU agar generasi muda tak tertinggal dari kompetisi kerja di masa depan. Ia prihatin masih ada anak-anak di desa yang tidak menyelesaikan pendidikan karena keterbatasan.
“Jangan sampai ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Minimal mereka bisa mengenyam pendidikan hingga S-1,” lanjutnya.
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, kualitas SDM lokal harus disiapkan sejak sekarang agar mampu mengambil peran dalam proses pembangunan IKN yang pesat. Ia percaya, anak-anak Benuo Taka punya potensi besar jika diberi dukungan dan kesempatan.
“Kalau kita siapkan dari sekarang, saya yakin anak-anak PPU bisa bersaing dengan siapa pun dari luar,” ujarnya optimis.
Dorongan ini pun sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten PPU di bawah kepemimpinan Bupati Mudyat Noor, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Syahrudin mengajak seluruh elemen daerah, baik pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang merata dan inklusif.
“Kita harus bergerak bersama. SDM berkualitas adalah kunci agar PPU tak hanya jadi tuan rumah, tapi juga pemain utama di era IKN,” tutupnya.(adv/dprdpenajam)