Lingkaranberita.com, Penajam – Momentum politik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memasuki babak baru. Rapat paripurna perdana pasca pelantikan Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin menjadi panggung awal untuk menakar komitmen kepemimpinan baru terhadap janji-janji pembangunan yang pernah digaungkan.
Digelar di Gedung DPRD PPU, Rabu (5/3/2025), sidang dipimpin oleh Ketua DPRD PPU, Rauf Muin, dan dihadiri unsur Forkopimda serta berbagai tokoh instansi daerah.
“Selamat kepada pemimpin baru. Harapan kami, ini bukan sekadar seremoni politik, tetapi awal dari pemerintahan yang solutif dan pro-rakyat,” ujar Rauf dalam sambutannya.
Sambutan tersebut menggarisbawahi pentingnya kesinambungan antara eksekutif dan legislatif dalam menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan. Rauf juga menegaskan, DPRD siap menjadi mitra kritis sekaligus strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Menanggapi hal itu, Bupati Mudyat Noor menyampaikan komitmennya untuk membangun PPU dengan pendekatan kolaboratif. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat.
“Kami sadar, mandat ini adalah amanah besar. Kami tak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan DPRD dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.
Mudyat menyebut infrastruktur, layanan publik, dan kesejahteraan masyarakat sebagai tiga prioritas utama pemerintahannya. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan pemerintahan yang inklusif dan responsif.
Rapat paripurna ini bukan hanya menjadi forum formal perdana bagi duet Mudyat–Waris, tetapi juga menjadi tolok ukur awal sejauh mana visi dan misi mereka akan diimplementasikan.
“Rakyat menunggu bukti, bukan sekadar janji. Maka, kerja nyata harus segera dimulai,” pungkas Mudyat.(adv/DPRD PPU)