Lingkaranberita.com, Penajam – Momen Idulfitri dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai titik awal memperkuat sinergi antarpemerintahan, khususnya di tingkat desa. Melalui apel gabungan dan silaturahmi di halaman Kantor Camat Babulu pada Kamis (10/04/2025), Pemkab PPU mengarahkan fokus pada koordinasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, memimpin langsung kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang konsolidasi pasca-libur panjang. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara kepala desa, perangkat desa, kecamatan, dan instansi kabupaten dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Desa adalah ujung tombak pelayanan. Maka koordinasi dan komunikasi harus mengalir tanpa hambatan. Di sinilah semangat Idulfitri kita terjemahkan menjadi semangat melayani,” ujar Tohar dalam sambutannya.
Desa sebagai Garda Depan Pembangunan
Dalam arahannya, Tohar mendorong seluruh kepala desa agar lebih aktif dalam membangun kerja sama lintas sektoral. Menurutnya, kinerja daerah akan lebih berdampak bila dibangun dari bawah—melalui kepemimpinan desa yang tanggap, transparan, dan solutif.
Ia juga mengingatkan agar seluruh unsur pemerintahan menerapkan prinsip-prinsip pengawasan yang sehat melalui Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Sistem ini menjadi fondasi dalam mencegah penyimpangan dan membentuk kultur kerja yang efisien dan bertanggung jawab.
“SPIP bukan alat mencari kesalahan, melainkan panduan agar setiap keputusan dan tindakan kita berjalan sesuai arah yang benar. Dari desa hingga kabupaten, prinsip ini harus jadi budaya,” tegasnya.
Kebijakan Pajak Kendaraan dan Peran Desa dalam Sosialisasi
Di luar soal tata kelola, Tohar juga membawa pesan penting terkait program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang tengah berlangsung di Provinsi Kalimantan Timur. Ia meminta kepala desa untuk menyampaikan informasi ini secara masif kepada warganya agar manfaat program benar-benar dirasakan di tingkat akar rumput.
“Ini program yang membantu masyarakat kecil. Jangan tunggu sosialisasi dari atas, justru desa yang harus jadi sumber pertama informasi,” ujarnya.
Idulfitri Sebagai Titik Awal Dedikasi Baru
Menutup arahannya, Tohar mengajak seluruh peserta untuk menjadikan suasana Idulfitri sebagai momen pembaruan niat dan dedikasi. “Ramadan telah melatih kita untuk sabar, jujur, dan peduli. Sekarang saatnya nilai-nilai itu dibawa masuk ke dalam kerja nyata. Karena kerja pemerintahan adalah ibadah sosial,” tuturnya.
Kegiatan apel ditutup dengan ramah tamah dan saling bermaafan, menciptakan suasana yang penuh kehangatan antarpejabat, perangkat desa, dan tokoh masyarakat yang hadir.(adv/kominfoppu)