Lingkaranberita.com, Penajam — Setelah libur Idulfitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian kembali mengaktifkan seluruh layanan teknis dan lapangan untuk memastikan stabilitas produksi dan distribusi komoditas pertanian. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan mengantisipasi lonjakan permintaan pasca-libur panjang.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke beberapa sentra produksi, seperti Kecamatan Babulu dan Waru, untuk memastikan tidak ada kendala signifikan dalam aktivitas pertanian. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar petani telah kembali beraktivitas dan lahan pertanian tetap produktif. “Para petani di PPU menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Libur Lebaran tidak mengganggu jadwal tanam dan panen. Justru ini menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian setelah melewati musim hujan,” tambahnya.
Selain itu, Dinas Pertanian juga mempersiapkan program pendampingan khusus untuk petani menjelang musim kemarau. Program tersebut mencakup bantuan pompa air, pelatihan irigasi hemat air, dan distribusi benih tahan kering. “Prediksi BMKG menunjukkan potensi kemarau panjang tahun ini. Kami tidak ingin lengah. Langkah mitigasi sudah mulai kami siapkan sejak sekarang,” tegas Andi Trasodiharto.
Dinas Pertanian juga berencana menggandeng penyuluh dan kelompok tani untuk memperkuat koordinasi lintas kecamatan, serta mengaktifkan sistem informasi pasar guna membantu petani mendapatkan harga jual yang kompetitif. Pemkab PPU berharap sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi lokal dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan regional, terutama di tengah dinamika ekonomi nasional pasca-Lebaran.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi dan distribusi komoditas pertanian, serta memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga pasca-libur panjang. (adv/kominfoppu)