Lingkaranberita.com, Samarinda – Di balik kehangatan suasana Lebaran, terselip pertemuan strategis antara para kepala daerah se-Kalimantan Timur dalam acara open house yang digelar Pemerintah Provinsi Kaltim, Selasa (1/4/2025) di Pendopo Odah Etam. Ajang tahunan ini tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka ruang diplomasi informal untuk mendorong percepatan pembangunan lintas wilayah.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, yang bersama rombongan pejabat daerah memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat komunikasi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, khususnya terkait proyek infrastruktur strategis seperti jalan penghubung Sotek–Bongan.
Silaturahmi yang Bernilai Taktis
Alih-alih sekadar seremoni, pertemuan ini menjadi medium efektif untuk memperjuangkan percepatan proyek vital yang berdampak langsung terhadap konektivitas antarwilayah. “Melalui forum seperti ini, dialog tidak terjebak dalam birokrasi. Kita bisa menyampaikan kebutuhan daerah secara langsung dan lebih cair,” ungkap Mudyat Noor.
Pembangunan jalan Sotek–Bongan disebut menjadi salah satu jalur prioritas karena dapat memangkas waktu tempuh PPU-Kutai Barat dari 6 jam menjadi kurang dari 2 jam—sebuah loncatan penting bagi mobilitas dan ekonomi wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Kolaborasi, Bukan Kompetisi Antar Daerah
Gubernur Rudy Mas’ud dalam sambutannya menekankan bahwa semangat kolaboratif adalah kunci sukses pembangunan di Kalimantan Timur. “Kita harus bergerak bersama. Tidak ada daerah unggulan, yang ada adalah pemerataan dan sinergi,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa penguatan infrastruktur antarwilayah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, melalui program-program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kebersamaan dalam Tradisi, Efektivitas dalam Tujuan
Acara open house ini menghadirkan nuansa Lebaran yang akrab namun tetap strategis. Para tamu menikmati sajian khas dan berbincang lintas kepentingan sambil menjaga semangat persaudaraan antar pemimpin daerah. Dalam suasana nonformal inilah, benih-benih kerja sama yang efektif kerap tumbuh.
Melalui momen seperti ini, Pemerintah Kabupaten PPU berharap dapat terus membangun sinergi yang kuat dengan provinsi maupun kabupaten lainnya, menjadikan diplomasi informal sebagai alat penting dalam mendorong agenda pembangunan lokal yang lebih cepat dan tepat sasaran.(adv/kominfoppu)