Penajam, Lingkaranberita.com — Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, lonjakan pergerakan masyarakat menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Menyikapi hal ini, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerapkan pendekatan kolaboratif lintas lembaga untuk menjamin kenyamanan publik di momen Lebaran.
Dalam apel siaga gabungan yang digelar di Mapolres PPU, aparat dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, dan berbagai unsur lainnya menunjukkan komitmen bersama dalam mengamankan masa libur panjang. Bukan hanya sekadar pengamanan teknis, kegiatan ini mencerminkan kesiapsiagaan sistemik dalam mengelola risiko sosial dan mobilitas tinggi masyarakat.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menekankan pentingnya sinergi sebagai kunci menjaga kenyamanan warga. “Kami tidak ingin masyarakat hanya merasa aman, tetapi juga merasa dilindungi oleh sistem yang bekerja baik. Ini adalah kerja bersama,” ujarnya.
Kapolres PPU, AKBP Supriyanto, menyampaikan bahwa 11 posko pengamanan—yang terdiri dari pos pelayanan, pos terpadu, dan pos pengamanan—akan disebar di titik-titik strategis. Lebih dari 270 personel akan disiagakan untuk mengawal malam takbiran, Salat Ied, hingga arus balik pascalebaran.
“Operasi ini bukan hanya tentang pengamanan fisik, tapi juga kontrol sosial dan pelayanan kepada masyarakat. Itu sebabnya kami bekerja terintegrasi,” jelas Supriyanto.
Tingginya prediksi mobilitas, sebagaimana dirilis Kemenhub, menjadi latar utama digelarnya strategi terpadu ini. Dengan lebih dari 146 juta warga Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan selama Lebaran, kesiapan daerah menjadi bagian penting dari pengendalian risiko nasional.
Upaya pengamanan ini pun menyasar aspek transportasi, dengan simulasi rekayasa lalu lintas jika terjadi kemacetan, serta pengawasan ketat di pusat keramaian seperti pasar dan terminal.
Apel ditutup dengan simbolisasi penyematan pita oleh Kapolres dan Wakil Bupati sebagai bentuk pengukuhan kesiapan pasukan. Momen ini mempertegas bahwa ketenangan saat Lebaran tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari sistem pengamanan yang dirancang dan dijalankan secara kolektif.(adv/kominfoppu)