Penajam, Lingkaranberita.com — Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang peningkatan spiritualitas pribadi, tetapi juga tentang menciptakan ruang sosial yang tertib dan penuh toleransi. Inilah yang menjadi fokus utama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang bulan Ramadhan tahun ini.
Kepala Satpol PP PPU, Bagenda Ali, menyebut Ramadhan sebagai momen strategis untuk memperkuat budaya tertib dan saling menghargai di tengah masyarakat yang beragam. Melalui serangkaian patroli, pengawasan tempat usaha, hingga kerja sama lintas sektoral, upaya menciptakan ketenangan sosial dilakukan bukan semata demi penegakan hukum, tetapi sebagai bagian dari pelayanan publik yang humanis.
“Ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat. Kami hadir sebagai fasilitator ketenangan masyarakat. Tapi semua warga juga punya peran penting di dalamnya,” kata Bagenda.
Salah satu pendekatan penting adalah penertiban aktivitas malam seperti balap liar dan penggunaan petasan, yang kerap mengganggu ibadah malam masyarakat. Selain itu, tempat hiburan dan rumah makan diminta beroperasi secara bijak dengan menerapkan etika sosial, seperti menggunakan tirai saat buka siang hari.
Namun lebih dari itu, Bagenda menekankan pendekatan preventif. “Kami tidak hanya turun untuk menindak, tapi juga mengedukasi. Kami ajak pengusaha dan warga memahami esensi dari pengaturan ini,” ujarnya.
Di balik tugas-tugas lapangan yang padat, kolaborasi menjadi kata kunci. Satpol PP menggandeng kepolisian, TNI, hingga tokoh agama dan organisasi masyarakat dalam menjaga suasana Ramadhan tetap aman. Menjelang Idul Fitri, fokus pengamanan akan bergeser ke titik-titik aktivitas tinggi seperti pasar dan pusat perbelanjaan.
“Kami ingin Ramadhan di Penajam menjadi contoh bahwa ketertiban bukan hasil paksaan, tetapi buah dari kebersamaan dan kesadaran sosial,” pungkas Bagenda.
Melalui pendekatan kolaboratif dan persuasif, Pemkab PPU berharap Ramadhan menjadi bukan hanya ladang pahala, tetapi juga cerminan harmoni sosial yang mengakar dari partisipasi warga itu sendiri.(adv/kominfoppu)