Lingkaranberita.com, Penajam – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), RSUD Ratu Aji Putri Botung justru melangkah dengan pendekatan inovatif untuk mempertahankan kualitas layanan medis bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Medis, Mariati, menegaskan bahwa efisiensi fiskal bukan alasan untuk menurunkan standar pelayanan. Sebaliknya, kondisi ini mendorong rumah sakit untuk lebih kreatif dalam pengelolaan sumber daya dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Taktik Cerdas di Tengah Tekanan
“Banyak hal yang bisa dilakukan meski anggaran terbatas, seperti penataan ulang sistem kerja, optimalisasi alat medis yang tersedia, dan pemanfaatan teknologi layanan berbasis digital,” ujar Mariati. Ia menyebutkan bahwa RSUD sedang menjajaki potensi pendanaan dari program pemerintah pusat serta skema pembiayaan alternatif seperti kemitraan publik-swasta dan kerja sama lintas sektor.
Strategi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi untuk menciptakan sistem pelayanan yang lebih tangguh dan adaptif ke depan.
Pelayanan Tetap Prima Saat Libur Panjang
Tak hanya pada hari kerja biasa, rumah sakit ini juga menjaga kontinuitas layanan selama periode libur Lebaran. Mariati menjelaskan bahwa jadwal piket telah diatur sedemikian rupa untuk memastikan pasien, terutama yang datang ke unit gawat darurat, tetap mendapatkan penanganan cepat dan memadai.
“Kami tidak ingin momen libur menjadi celah bagi penurunan kualitas pelayanan. Seluruh tim kami siaga, dan protokol darurat tetap berjalan,” katanya.
Ketahanan Layanan Jadi Sorotan Utama
Dalam kondisi fiskal yang menantang, ketahanan sistem layanan kesehatan menjadi fokus utama RSUD Ratu Aji Putri Botung. Rumah sakit ini menilai bahwa keberlanjutan program pelayanan sangat bergantung pada efisiensi yang cerdas dan dukungan lintas lembaga.
“Kami berharap masyarakat memahami situasi ini, sekaligus ikut mendukung penguatan pelayanan kesehatan, baik melalui kesadaran menjaga kesehatan pribadi maupun mendorong kolaborasi di tingkat komunitas,” pungkas Mariati.
Melalui pendekatan yang adaptif dan kolaboratif, RSUD Ratu Aji Putri Botung berupaya membuktikan bahwa mutu layanan tidak harus dikorbankan meski dalam keterbatasan. Justru tantangan ini membuka ruang untuk inovasi dan terobosan yang berkelanjutan demi kesehatan masyarakat Penajam Paser Utara.(adv/kominfoppu)