Lingkaranberita.com, PENAJAM – Pengadaan armada roda tiga untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin mendesak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU pun segera mengajukan usulan penambahan armada roda tiga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagai upaya untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah kelurahan dan desa.
Kepala DLH Kabupaten PPU, Safwana, menyampaikan bahwa usulan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten PPU, Muhammad Zainal Arifin. “Mas Bupati sangat mendukung dan membantu kami agar pengadaan kendaraan roda tiga ini segera terealisasi dari KLHK,” ujar Safwana dalam podcast KPFM, belum lama ini.
Armada roda tiga dinilai sangat efektif untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses oleh truk sampah, terutama di jalan-jalan kelurahan dan desa. Sejak tahun lalu, DLH PPU telah menerima bantuan tiga unit kendaraan roda tiga dari KLHK, namun masih banyak permintaan dari perangkat kelurahan dan desa yang menginginkan tambahan armada untuk memperlancar pengelolaan sampah di daerah mereka.
“Banyak sekali permintaan dari kelurahan dan desa yang sangat membutuhkan armada roda tiga. Tahun lalu, kami mendapatkan bantuan tiga unit, dan tahun ini kami berharap ada penambahan yang lebih banyak lagi,” tambah Safwana.
Melihat kebutuhan yang terus meningkat, DLH PPU mengajukan permohonan untuk mendapatkan 15 unit armada roda tiga. “Alhamdulillah, berkat dukungan dari Mas Bupati, kami telah mengusulkan 15 unit ke KLHK,” ujar Safwana optimis.
Selain itu, DLH PPU berencana melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, untuk menyampaikan langsung kebutuhan tersebut. Pj Bupati Kabupaten PPU juga telah menyampaikan informasi mengenai kondisi di lapangan serta kebutuhan pengelolaan sampah yang dapat mendukung kinerja DLH.
Safwana berharap agar KLHK tetap memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan sampah di PPU. Dengan adanya armada roda tiga yang memadai, diharapkan PPU, yang dikenal sebagai Serambi Nusantara, dapat memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan representatif di masa depan.(adv/kominfoppu)