Lingkaranberita.com, PENAJAM – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, mengungkapkan keprihatinannya atas peningkatan kasus stunting di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah kasus stunting di desa tersebut meningkat dari empat menjadi sepuluh anak.
Sujiati menyatakan bahwa lonjakan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik dan pola asuh. “Masalah stunting ini kompleks. Faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebabnya. Misalnya, jika orang tua memiliki tubuh yang pendek, anak mereka mungkin juga kecil, dan kadang ini langsung dianggap sebagai stunting meskipun sebenarnya sesuai dengan genetik,” jelasnya pada Selasa (9/10/2024).
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada anak yang berdampak negatif terhadap tinggi badan sesuai dengan usia. Sujiati menekankan pentingnya perbaikan akses kesehatan, pola makan, dan kesadaran masyarakat dalam upaya menekan angka stunting.
Lebih lanjut, Sujiati menduga bahwa peningkatan jumlah kasus ini mungkin disebabkan oleh peningkatan deteksi di posyandu, bukan semata-mata akibat penurunan kondisi kesehatan. “Dengan lebih banyak anak yang didata melalui posyandu, kita mungkin menemukan lebih banyak kasus. Namun, penting untuk memahami lebih dalam tentang standar kategori stunting, karena jika hanya dilihat dari tinggi badan, faktor genetik juga perlu dipertimbangkan,” tambahnya.
Sujiati mendorong Pemerintah Kabupaten PPU untuk memperkuat program-program kesehatan dan gizi bagi anak-anak, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman tentang stunting. “Langkah-langkah komprehensif, seperti peningkatan akses gizi dan pendidikan kesehatan, harus dijalankan untuk memberikan kesempatan tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak, meskipun faktor genetik mungkin berpengaruh,” pungkasnya.
Dengan pendekatan holistik ini, Sujiati berharap kasus stunting di PPU dapat ditekan dan anak-anak yang terdampak memiliki peluang untuk tumbuh dengan sehat.(adv/dprdpenajam)