• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Sujiati Sebut Solusi Lonjakan Kasus Stunting di Desa Gunung Makmur dengan Pendekatan Holistik

09/10/2024
in DPRD PENAJAM
0

Anggota DPRD Penajam Sujiati.(ist)

535
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, PENAJAM – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, mengungkapkan keprihatinannya atas peningkatan kasus stunting di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah kasus stunting di desa tersebut meningkat dari empat menjadi sepuluh anak.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Sujiati menyatakan bahwa lonjakan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik dan pola asuh. “Masalah stunting ini kompleks. Faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebabnya. Misalnya, jika orang tua memiliki tubuh yang pendek, anak mereka mungkin juga kecil, dan kadang ini langsung dianggap sebagai stunting meskipun sebenarnya sesuai dengan genetik,” jelasnya pada Selasa (9/10/2024).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada anak yang berdampak negatif terhadap tinggi badan sesuai dengan usia. Sujiati menekankan pentingnya perbaikan akses kesehatan, pola makan, dan kesadaran masyarakat dalam upaya menekan angka stunting.

Lebih lanjut, Sujiati menduga bahwa peningkatan jumlah kasus ini mungkin disebabkan oleh peningkatan deteksi di posyandu, bukan semata-mata akibat penurunan kondisi kesehatan. “Dengan lebih banyak anak yang didata melalui posyandu, kita mungkin menemukan lebih banyak kasus. Namun, penting untuk memahami lebih dalam tentang standar kategori stunting, karena jika hanya dilihat dari tinggi badan, faktor genetik juga perlu dipertimbangkan,” tambahnya.

Sujiati mendorong Pemerintah Kabupaten PPU untuk memperkuat program-program kesehatan dan gizi bagi anak-anak, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman tentang stunting. “Langkah-langkah komprehensif, seperti peningkatan akses gizi dan pendidikan kesehatan, harus dijalankan untuk memberikan kesempatan tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak, meskipun faktor genetik mungkin berpengaruh,” pungkasnya.

Dengan pendekatan holistik ini, Sujiati berharap kasus stunting di PPU dapat ditekan dan anak-anak yang terdampak memiliki peluang untuk tumbuh dengan sehat.(adv/dprdpenajam)

SendShare32
Next Post

PPU Percepat Reforma Agraria: Bandara dan Jalan Tol Jadi Prioritas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.