Lingkaranberita.com, PENAJAM – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, mendesak pemerintah daerah agar segera menuntaskan proyek coastal road yang telah lama tertunda. Menurutnya, alasan klasik terkait pembebasan lahan tak lagi bisa diterima sebagai hambatan utama dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Dalam keterangannya usai rapat pembentukan Alat Kelengkapan DPRD, Raup menegaskan bahwa proyek coastal road harus rampung dalam lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa pembebasan lahan adalah kendala teknis yang seharusnya bisa diatasi paralel dengan proses pembangunan.
“Kita tidak bisa lagi berlarut-larut dengan masalah lahan. Dalam lima tahun ini, coastal road harus selesai. Pemerintah harus teliti mengalokasikan anggaran dan fokus pada penyelesaian proyek ini tanpa lagi berlindung di balik isu pembebasan lahan,” ujarnya, Rabu (12/10/2024).
Raup juga mengingatkan bahwa ratusan miliar anggaran yang telah digelontorkan dalam beberapa tahun terakhir akan sia-sia jika proyek ini terus tertunda. Infrastruktur yang belum selesai dikhawatirkan rusak sebelum bisa dimanfaatkan, yang justru berpotensi membebani keuangan daerah lebih besar di kemudian hari.
“Pembebasan lahan bukanlah alasan utama. Itu masalah teknis yang bisa ditangani. Kalau coastal road tidak segera diselesaikan, anggaran yang sudah dikeluarkan hanya akan menjadi pemborosan,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Selain itu, Raup menyoroti potensi ekonomi dan wisata yang terbengkalai di kawasan coastal road. Ia juga mengangkat isu Jembatan Sesumpu, yang kondisinya rusak berkali-kali sebelum sempat difungsikan secara maksimal. Hal ini, menurutnya, menunjukkan lemahnya perencanaan infrastruktur di PPU.
“Jembatan Sesumpu rusak berulang kali tanpa solusi jangka panjang. Ini masalah serius yang perlu perhatian,” tambahnya.
Raup berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan proyek coastal road dan memanfaatkan potensi kawasan tersebut bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di PPU.(adv/dprdpenajam)