Lingkaranberita.com, PENAJAM – Proyek Multi Years senilai Rp 48 miliar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini menghadapi ancaman mangkrak, meski awalnya dirancang untuk memberikan solusi jangka menengah hingga panjang dalam pembangunan infrastruktur daerah. Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyoroti kondisi proyek tersebut yang dinilai belum menunjukkan perkembangan memuaskan, meski anggaran besar telah dikucurkan.
Dalam keterangannya pada Rabu (9/10/2024), Raup menyatakan keprihatinannya terhadap hasil proyek yang tak sebanding dengan besarnya alokasi anggaran. Ia menegaskan perlunya evaluasi komprehensif serta pertanggungjawaban dari pihak teknis yang terlibat, mengingat pentingnya dampak infrastruktur bagi masyarakat.
“Dengan anggaran sebesar Rp 48 miliar, kita harapkan proyek ini mampu memberikan dampak signifikan. Namun, kenyataan saat ini sangat disayangkan,” ujar Raup.
Proyek Multi Years ini dibiayai melalui APBN dan diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur strategis di PPU, salah satunya pembangunan jalan pesisir (coastal road). Namun, realisasinya terhambat oleh sejumlah kendala, termasuk kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Raup menyebut kurangnya keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengawasan proyek sebagai salah satu penyebab utama lambannya perkembangan. Ia mendesak agar pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM dan memperketat pengawasan agar proyek-proyek berskala besar ini tidak kembali terhambat di masa depan.
Akibat terhentinya proyek ini, masyarakat PPU terancam tidak bisa merasakan manfaat optimal dari investasi anggaran yang telah dialokasikan. Raup pun menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek ini adalah langkah mendesak demi menghindari pemborosan anggaran.(adv/dprdpenajam)