• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Proyek Multi Years Terancam Mangkrak, Ketua DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh

09/10/2024
in DPRD PENAJAM
0

Ketua DPRD Penajam, Rauf Muin.(ist)

536
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, PENAJAM – Proyek Multi Years senilai Rp 48 miliar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini menghadapi ancaman mangkrak, meski awalnya dirancang untuk memberikan solusi jangka menengah hingga panjang dalam pembangunan infrastruktur daerah. Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyoroti kondisi proyek tersebut yang dinilai belum menunjukkan perkembangan memuaskan, meski anggaran besar telah dikucurkan.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Dalam keterangannya pada Rabu (9/10/2024), Raup menyatakan keprihatinannya terhadap hasil proyek yang tak sebanding dengan besarnya alokasi anggaran. Ia menegaskan perlunya evaluasi komprehensif serta pertanggungjawaban dari pihak teknis yang terlibat, mengingat pentingnya dampak infrastruktur bagi masyarakat.

“Dengan anggaran sebesar Rp 48 miliar, kita harapkan proyek ini mampu memberikan dampak signifikan. Namun, kenyataan saat ini sangat disayangkan,” ujar Raup.

Proyek Multi Years ini dibiayai melalui APBN dan diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur strategis di PPU, salah satunya pembangunan jalan pesisir (coastal road). Namun, realisasinya terhambat oleh sejumlah kendala, termasuk kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Raup menyebut kurangnya keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengawasan proyek sebagai salah satu penyebab utama lambannya perkembangan. Ia mendesak agar pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM dan memperketat pengawasan agar proyek-proyek berskala besar ini tidak kembali terhambat di masa depan.

Akibat terhentinya proyek ini, masyarakat PPU terancam tidak bisa merasakan manfaat optimal dari investasi anggaran yang telah dialokasikan. Raup pun menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek ini adalah langkah mendesak demi menghindari pemborosan anggaran.(adv/dprdpenajam)

SendShare32
Next Post

Sujiati Sebut Solusi Lonjakan Kasus Stunting di Desa Gunung Makmur dengan Pendekatan Holistik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.