• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Sekolah Laboratorium Pancasila Jadi Contoh Penanganan Perundungan di PPU

01/09/2024
in PENAJAM
0

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru.(ist)

538
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) sebagai model dalam menangani kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Benuo Taka untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Saat ini, PPU memiliki 28 SLP yang terdiri dari 14 sekolah dasar (SD) dan 14 sekolah menengah pertama (SMP). Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, menekankan pentingnya program ini diterapkan di seluruh sekolah, agar siswa bisa aktif terlibat dalam menjaga keamanan di lingkungannya.

“Kami berharap dengan adanya satgas di SLP, perundungan dapat ditekan, dan siswa merasa lebih aman dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Andi.

Ia juga mendorong kesadaran antar siswa untuk saling menjaga dan menegur ketika melihat potensi perundungan, sehingga tercipta budaya yang menolak kekerasan. Selain itu, peran orang tua dan guru sangat vital dalam membangun karakter siswa.

“Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, dan orang tua perlu berperan aktif dalam komunikasi dengan anak-anak, termasuk menjelaskan dampak negatif dari perundungan,” tambah Andi.

Dengan pendekatan ini, Andi berharap angka perundungan di sekolah-sekolah PPU dapat menurun drastis, menciptakan suasana yang lebih harmonis. “Kesadaran bersama dan tindakan kolektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua siswa,” tutupnya.(adv/kominfoppu)

 

SendShare32
Next Post

Disdikpora PPU Siapkan Anggaran Rp 30 Miliar untuk Pembaruan Mebel Sekolah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.