• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Teknologi Baru Ubah Tantangan Lahan Sulfat Masam Menjadi Peluang, Petani Penajam Paser Utara Diharapkan Lebih Produktif

05/09/2024
in PENAJAM
0

Momen kunjungan Asosiasi ABI, bekerja sama dengan PT. Artha Prima Humatindo dan PT. Prima Agro Tech, menggelar kunjungan studi evaluasi di tiga desa di Kecamatan Babulu, PPU.(ist)

597
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaran berita.com, **PENAJAM** – Dalam upaya menjawab tantangan pertanian di lahan sulfat masam, Asosiasi Bio-Agroinput Indonesia (ABI), bekerja sama dengan PT. Artha Prima Humatindo dan PT. Prima Agro Tech, menggelar kunjungan studi evaluasi di tiga desa di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu (4/9/2024). Desa Sebakung Jaya, Sri Raharja, dan Rawa Mulia menjadi lokasi utama kunjungan ini.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Acara yang dihadiri oleh pejabat tinggi Kementerian Pertanian, Ketua Umum ABI, akademisi dari Universitas Pertahanan, dan berbagai pihak terkait ini, bertujuan mengevaluasi efektivitas teknologi budidaya padi di lahan dengan tantangan alam yang cukup berat. Lahan sulfat masam, yang memiliki tingkat keasaman tinggi dan kandungan toksisitas alami, tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

**Tantangan Lahan Sulfat Masam**

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Traso, menekankan pentingnya teknologi yang tepat guna untuk mengatasi tantangan agrikultur di lahan sulfat masam. “Kecamatan Babulu adalah lumbung pangan utama bagi daerah ini. Namun, dengan tantangan pH tanah yang rendah dan kondisi lahan yang sulit, inovasi teknologi sangat diperlukan agar para petani dapat meraih hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produktivitas padi di lahan sulfat masam di Kabupaten Penajam Paser Utara masih sangat rendah, hanya berkisar 2-3 ton per hektar, jauh di bawah rata-rata nasional. Selain masalah tanah, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti blas, kresek, penggerek batang, dan Wereng Batang Cokelat (WBC) semakin memperparah kondisi ini.

**Solusi Teknologi: PROFITISASI Pertanian**

ABI menawarkan solusi dengan konsep **PROFITISASI** pertanian, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi melalui intensifikasi atau ekstensifikasi lahan, tetapi juga pada pengurangan biaya produksi dan pengelolaan risiko gagal panen. Teknologi yang diusulkan meliputi penggunaan biostimulan, pupuk mikro majemuk, pembenah tanah, dan pestisida alami.

Gunawan Sutio, Ketua Umum ABI, menegaskan pentingnya inovasi dalam teknologi pertanian berbasis produksi dalam negeri. “Kami percaya bahwa kedaulatan pangan dan daya saing produk pertanian hanya bisa dicapai jika kita mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan teknologi yang tepat dan dukungan pemerintah, produktivitas lahan sulfat masam bisa ditingkatkan secara signifikan,” ujarnya.

**Dukungan Akademis untuk Ketahanan Pangan**

Program ini juga mendapat dukungan dari akademisi Universitas Pertahanan, Brigjen TNI Iswan Gunadi, yang menyoroti pentingnya penerapan inovasi dalam teknologi budidaya. “Inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan agrikultur di lahan marginal. Teknologi ini harus disesuaikan dengan kondisi lokal untuk memberikan dampak maksimal bagi petani,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang mengutamakan efisiensi biaya dan manajemen risiko yang lebih baik, ABI dan mitranya berharap dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Upaya ini juga diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi petani lokal, sehingga mereka bisa menikmati hasil pertanian yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan.(adv/Kominfoppu)

SendShare36
Next Post

PPU Gelar Bimbingan Intensif untuk Peserta Seleksi CPNS dan PPPK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.8k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.